Liberalism Dan Kebangsaan
Oleh K.H. Agus Miftach
Maka ada baiknya kita mengevaluasi demokrasi liberal yang kita terapkan selama ini. Benarkan ini cara yang tepat untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran? Faktanya justru meluasnya handicap antara yang kaya dan yang miskin. Kehidupan rakyat kecil semakin sulit, sementara kehidupan kaum kaya semakin nikmat. Jika kesenjangan ini terus kita biarakan, tentu akan berimplikasi sosial dan politik, yaitu terjadinya dorongan-dorongan yang terakumulasi bagi perubahan politik yang lebih memenuhi harapan rakyat banyak […]
Hal lain yang patut disesalkan adalah penggusuran-penggusuran pedagang kaki lima oleh Pemerintah Daerah. Sektor non-formal ini sangat penting artinya ditengah situasi perekonomian nasional yang kurang kondusif saat ini. Secara kumulatif sector non-formal menyumbangkan pertumbuhan sekitar 2,5 %, sangat penting dan strategis. Disamping itu sector ini mampu menyerap pengangguran, problem serius yang tengah kita hadapi. Mestinya ada langkah yang bijaksana untuk memaksimalkan sector ini, bukan malah menggusurnya. Mungkin dengan pengadaan skema kredit tanpa agunan, penyediaan lokasi yang memadai dsb […]
Ini pilihan-pilihan yang sulit. Bahkan banyak orang berpendapat ini muskil. Artinya pilihan yang terbaik, masih tetap mempertahankan pemerintahan SBY dengan perubahan-perubahan yang signifikan, termasuk reshuffle cabinet. Ini harga yang harus dibayar dari tekanan-tekanan politik akibat skandal Bank Century. Sementara kasus Bank Century itu sendiri harus ditindak secara hukum. Semua yang terlibat harus dituntut sesuai prinsip Negara Hukum. Dari balik kasus ini kita berharap terjadinya perbaikan-perbaikan di sector keuangan dan perbankan serta sector-sektor lain […]
…Akhir-akhir ini para ulama dan kyai lebih banyak sibuk urusan politik, birokrasi, dan urusan-urusan komersial, serta tidak menangani dakwah dengan baik. Akibatnya dakwah banyak terbengkalai dan mandek. Terjadi kekosongan di wilayah ini, yang kemudian diisi oleh berbagai aliran dakwah yang menjadi jaringan kaum teroris. Dari celah ini pula berhasil di recruit suicide bomber berusia remaja yang sungguh menyentak kesadaran kita semua. Kosongnya nilai-nilai kebangsaan dan fantasi religious yang menyesatkan telah menjadi pelarian yang salah dari rasa frustasi kaum muda yang kecewa terhadap kondisi obyektif yang mereka hadapi []



