<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>FPN</title>
	<link>http://persatuan.web.id</link>
	<description>Front Persatuan Nasional</description>
	<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 02:35:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-277</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=526</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=526#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 00:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Zionisme, Kawan atau Lawan?</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 06 Agustus 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4863056169_2586b2bd31.jpg" alt="277-sulaiman" width="139" height="160" />Momentum Daud dan Sulaiman itulah agaknya yang di di klaim oleh Yahudi Zionis yang merasa memiliki hak untuk mendirikan negara Israel di atas bumi Palestina. Latar belakang sejarah ini terputus sejak th. 70 M, ketika Jenderal Titus dari Romawi menghancurkan perlawanan pasukan Bani Israel, dan mengusir Bani Israel keluar dari Palestina. Inilah great  diaspora. Dalam masa 20 abad Palestina di huni oleh bangsa Arab Palestina hingga kedatangan kaum Zionis dari berbagai penjuru dunia pada awal abad 20, mengawali perjuangan kaum Zionis merebut tanah air Palestina dari tangan bangsa Arab Palestina.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Zionisme, Kawan atau Lawan ?</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4123/4863676202_f87c44dff7.jpg" alt="ali-imron118" width="382" height="104" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4141/4863676296_de1fe5faeb.jpg" alt="ali-imron119" width="382" height="105" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4078/4863676332_2d2ce5dfca.jpg" alt="ali-imron120" width="385" height="101" /></p>
<blockquote><p><em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman keper cayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu,. Mereka tidak henti-hentinya menimbukan kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan ayat-ayat ini kepadamu, jika kamu berpikir (118). Beginilah kamu, kamu menyukai mereka padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata,”Kami telah beriman.” Dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah,”Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati (119). Jika kamu mendapat kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak  mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan (120)”.; Ali Imran : 118-120.</em></p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat diatas dengan pendekatan ekelektik-multiperspektif, baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif, agar diperoleh pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tinggtinya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4135/4863676036_8a279fd99c.jpg" alt="277-gm-hadiutomo" width="304" height="241" /><br />
<em>Foto kenangan FPN : Ketua Umum FPN KH. Agus Miftach dan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dalam suatu acara Dialog Kebangsaan th. 2009, di Jakarta.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan.</strong></p>
<p>Asbabun-nuzul ayat ini, sebabaimana dikemukakan oleh Ibnu Jarir, berkaitan dengan masih adanya hubungan dekat antara sejumlah laki-laki muslim dengan laki-laki Yahudi, disebabkan oleh karena bertetangga dan adanya ikatan dalam perjanjian di masa jahiliah, maka Allah-pun menurunkan ayat 118 ini. Pada ayat ini Allah memperingatkan kaum muslimin agar tidak bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang telah nyata sifat-sifat buruknya, jangan mempercayai dan jangan menyerahkan urusan kaum muslimin kepada mereka. Mereka itu adalah orang-orang musyrik, Yahudi dan orang-orang munafik lainnya. Mereka mendustakan Nabi Muhammad saw dan Al-Qur’an dan menuduh orang-orang Islam sebagai orang-orang yang fanatik dan bodoh. Tetapi bila sifat-sifat yang buruk itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik, maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka.</p>
<p>Dalam ayat 119 diungkapkan bahwa orang-orang kafir tidak menyukai kebahagiaan kaum muslimin. Mereka menginginkan kaum muslimin senantiasa dalam kesulitan.  Kaum muslimin mempercayai semua kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi, sehingga tidak ada alasan untuk membenci ahli kitab, maka banyak diantara kaum muslimin yang sayang  dan bergaul secara baik dengan mereka. Tetapi mereka tetap memiliki keinginan untuk mencelakakan kaum muslimin.</p>
<p>Masih dalam ayat 119. Orang-orang Yahudi jika mereka berhadapan dengan kaum muslimin mereka bersikap manis seakan teman sejati, percaya kepada kebenaran agama yang dibawa Muhammad saw. Tetapi jika mereka kembali kepada kaumnya, mereka bersikap lain dan terang-terangan menyatakan kebencian dan kemarahan mereka terhadap kaum muslimin, sampai menggigit jari mereka karena iri melihat kaum muslimin yang tetap bersatu, kompak dan selalu berhasil dalam mengahadapi musuh-musuh Islam. Maka Allah memerintahkan Nabi Muhamad saw agar dengan tegas mengatakan,”mutuu bighoidhikum” (Matilah kamu dengan kemarahanmu itu).</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4143/4863676084_3671d99f62.jpg" alt="277-madinah" width="342" height="256" /><br />
<em>Madinah al Munawarah</em></p>
<p>Ayat 120, Qatadah sebagaimana diriwayatkan Ibnu jarir menjelaskan : “Apabila orang kafir  (Yahudi) itu melihat persatuan yang kokoh dikalangan kaum muslimin dan kemenangan yang diperolehnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam, mereka dengki dan marah. Tetapi bila terdapat  perpecahan dan perselisihan dikalagan kaum muslimin yang menjadikannya lemah dalam pertempuran, mereka merasa senang dan bahagia. Allah memerintahkan agar kaum muslimin sabar dan tawakkal, agar kelicikan mereka tidak membahayakan sedikitpun.</p>
<p><strong>Zionisme, kawan atau lawan</strong></p>
<p>Zionisme, kawan atau lawan ? Dari sudut kepentingan suatu bangsa akan tanah air yang merdeka, kita dapat memaklumi. Tetapi bagaimana cara untuk mengadakan tanah air itu ? Inilah yang harus menjadi dasar penilaian yang obyektif. Untuk itu harus dilihat proses historiografi dan antropologi yang melatarbelakangi.</p>
<p>Dilihat dari faktor kesejarahan, bangsa Yahudi di awali dari hidup Ibrahim pada 41 abad yang lalu, yaitu ketika Ibrahim atau Abraham melakukan eksodus dari Aur Khaldan ke Kana’an pada sekitar th. 2000 SM. Waktu itu di Kana’an di diami oleh bangsa Yebus bangsa Arab kuno yang sudah cukup tinggi peradabannya, dengan rajanya Melkisidek yang arif dan bijaksana yang berpusat di Yerualem. Atas ijin Melkisidek Abraham dapat menempati suatu area di Kana’an untuk mengembangkan ternak, pertanian dan membina keluarganya. Jadi jelas Abraham adalah seorang imigran. Dia dan keturunannya bukan pribumi Kana’an atau Palestina.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4863676112_d5121f8ce5.jpg" alt="277-daud" width="241" height="183" /> <img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4863056169_2586b2bd31.jpg" alt="277-sulaiman" width="155" height="182" /><br />
<em> Ilustrasi Raja Daud dan Raja Sulaiman</em></p>
<p>1000 th kemudian, yaitu th. 1000 SM, Daud seorang pemimpin Yahudi dari Hebron, menduduki Yerusalem. Membangun dan mempersatukan Bani Israel, dan menjadikan Yerusalem sebagai ibukotanya. Daud membangun kekuasaan berdampingan dengan Raja Yebus Araunah yang tetap dibenarkan tinggal diistananya dan memerintah sendiri orang-orangnya. Daud mencoba meleburkan kerajaan Yebus dengan Bani Israel. </p>
<p>Ia menikahi Batsyeba wanita Yebus istri seorang perwira tentara Yebus Uriah dari Het. Daud menentukan lokasi dan meletakkan batu pertama pembangunan Baitul-Maqdis. Tetapi ia tidak menyelesaikannya sampai ia menyerahkan kekuasaan kepada puteranya Sulaiman pada th. 970 SM. Sulaiman-lah yang kemudian menyelesaikan pembangunan  Baitul-Maqdis atau disebut juga Haykal Sulaiman. Kerajaan Sulaiman bersinar dalam 20 th pertama pemerintahannya dan mulai surut pada masa 20 th sesudahnya hingga wafat dan digantikan puteranya Rehabeam pada th. 930 SM. Dan inilah awal kemunduran kerajaan Bani Israel itu.</p>
<p>Momentum Daud dan Sulaiman itulah agaknya yang di di klaim oleh Yahudi Zionis yang merasa memiliki hak untuk mendirikan negara Israel di atas bumi Palestina. Latar belakang sejarah ini terputus sejak th. 70 M, ketika Jenderal Titus dari Romawi menghancurkan perlawanan pasukan Bani Israel, dan mengusir Bani Israel keluar dari Palestina. Inilah great  diaspora. Dalam masa 20 abad Palestina di huni oleh bangsa Arab Palestina hingga kedatangan kaum Zionis dari berbagai penjuru dunia pada awal abad 20, mengawali perjuangan kaum Zionis merebut tanah air Palestina dari tangan bangsa Arab Palestina.  Apakah klaim dan perjuangan seperti ini dapat dibenarkan oleh akal sehat kita ?</p>
<p>Jawaban ini akan menentukan bagaimana kita bersikap terhadap kaum Zionis Israel. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 6 Agustus 2010<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=526</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Pengajian TWU ke-277</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=430</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=430#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 14:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Front Persatuan Indonesia mengundang Anda untuk menghadiri Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke 277

Tema : <strong>Zionist, kawan or Lawan</strong>
Waktu : Jumat, 06 Agustus 2010 pukul 19.00 WIB
Tempat : Permata Hijau AA/3, Jakarta Selatan (perempatan Carrefour Permata Hijau)

<strong>K.H. Agus Miftach</strong>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Front Persatuan Indonesia mengundang Anda untuk menghadiri Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-277</p>
<p>Tema : <strong>Zionist, kawan or Lawan</strong></p>
<p>Waktu : Jumat, 06 Agustus 2010 pukul 19.00 WIB</p>
<p>Tempat : <strong>Permata Hijau AA/3</strong>, Jakarta Selatan (perempatan Carrefour Permata Hijau)</p>
<p><strong>K.H. Agus Miftach </strong></p>
<p align="right"><a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" width="125" border="0" height="16" /></a><br />
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=430</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-276</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=525</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=525#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 15:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Tidak semua Yahudi Zionist</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 30 Juli 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4112/4841016630_cfb6b0ca53.jpg" alt="276-SusanSontag" width="112" height="160" />Sontag mengingatkan kita, bahwa tidak semua Yahudi Zionist.  Karya besarnya yang lain adalah “On Photography (1977)”. Berbeda dengan Abdullah bin Salam yang Muslim, Sontag  seorang  akademikus yang tidak beragama, tapi jelas menjunjung tinggi akal sehat dan hati nurani. Dalam Against Interpretation Susan Sontag mencoba mencari jati diri kebenaran yang hakiki dengan menolak interpretasi, hierarchy dan konstruksi sosial, dan mengembalikan semua otoritas kepada individu.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Tidak semua Yahudi Zionist</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4128/4840404791_13f6da80ea.jpg" alt="ali-imron113" width="384" height="69" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4105/4840404865_326595e962.jpg" alt="ali-imron114" width="384" height="70" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4145/4840404903_3cb097640a.jpg" alt="ali-imron115" width="381" height="45" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4126/4841016932_367b6ab1f6.jpg" alt="ali-imron116" width="379" height="71" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4110/4840405069_618707ca9d.jpg" alt="ali-imron117" width="378" height="102" /></p>
<blockquote><p><em>“Mereka itu tidak sama; diantara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah di tengah malam, sedang mereka juga bersujud (113). Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh kepada yang makruf, melarang dari yang mungkar, dan bersegera dalam melakukan berbagai kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang saleh (114). Dan apa saja kebajikan yang mereka lakukan,  maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa (115). Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta mereka maupun anak-anak mereka sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (116). Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini  adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (117). Ali Imran : 113-117.</em></p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat–ayat diatas dengan pendekatan eklektik-multiperspektif,  baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif, agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dam menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4089/4840404583_298851a5d9.jpg" alt="276-gusdur" width="327" height="245" /><br />
<em>Foto kenangan Gus Dur pada Dialog Kebangsaan ke VI/2008.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Asbabun-nuzul ayat 113 : Ibnu Abi Hatim, Thabrani dan Ibnu Mandah mengetengahkan dalam kitabnya Ash-Shahabah, dari Ibnu Abbas, katanya,”Tatkala Abdullah bin Salam masuk Islam bersama Tsa’labah bin  Sa’yah, Usaid bin Sa’yah dan As’ad bin Abdun serta orang-orang Yahudi lainya yang masuk Islam bersama mereka. Mereka benar-benar beriman dan membenarkan serta mengajak orang-orang masuk Islam.</p>
<p>Tetapi para pendeta dan warga Yahudi yang kafir marah, dan mengatakan,”Tidaklah beriman kepada Muhammad, dan bersedia menjadi pengikutnya kecuali orang-orang jelek diantara kita. Jika mereka orang-orang baik, tentu mereka tidak akan meninggalkan agama nenek moyang mereka  dan berpindah ke agama lain”. Maka Allah menurunkan ayat ke 113 ini. Orang–orang Yahudi adalah suatu kaum yang mempunyai sifat-sifat dan berperilaku buruk. Disamping  kafir kepada ayat-ayat Allah, mereka membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dsb. Tetapi tidaklah mereka semua sama, diantara mereka terdapat pula orang-orang yang beriman, meskipun kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4131/4840404627_707f360e64.jpg" alt="276-masjid-nabawi" width="256" height="197" /><br />
<em>Masjid Nabawi</em></p>
<p>Ahmad dan lain-lain mengetengahkan dari Ibnu Masud, katanya,”Rasulullah saw menangguhkan shalat isyak, kemudian beliau pergi ke masjid dan, sementara orang-orang sedang menunggu shalat. Maka sabdanya,’Tiada seorangpun dari penganut semua agama yang mengingat Allah di saat seperti sekarang ini selain daripada kalian.’ Lalu turunlah ayat ke 113-115”. Mereka beriman kepada Allah  dan kepada hari akhir secara bersungguh-sungguh tanpa kemunafikan. Beriman kepada Allah dalam arti beriman kepada semua yang wajib yaitu beriman kepada malaikat, para rasul, kitab-kitab Allah, qadha dan qadar dll serta melakukan amar makruf nah mungkar. Maka Allah memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh.</p>
<p>Orang-orang Yahudi yang masih fasik  selalu berusaha memprovokasi teman-temannya yang sudah masuk Islam, bahwa mereka akan merugi dengan iman Islam-nya itu. Maka Allah menurunkan ayat ke 115 ini. Ayat ke 116 turun berkenaan dengan cercaan dan hinaan yang terus menerus  dilakukan olah kaum Yahudi dan musyrikin kepada Nabi Muhammad saw dan pengikut-pengikutnya.</p>
<p>Mereka mengatakan:”Jika Muhammad dan pengikut-pengikutnya memang orang-orang yang benar dan dapat dipercaya, kenapa mereka selalu dalam kemelaratan, padahal kita-lah yang kaya raya dan banyak anak”. Maka turunlah ayat ke 116 yang menegaskan, bahwa harta dan anak-anak mereka tidak akan dapat melepaskan mereka dari azab Allah. Dalam ayat ke 117 Allah memberikan perumpamaan bagi harta yang mereka nafkahkan itu seperti angin dingin yang berembus sangat kencang menghabiskan segala tanaman, sehingga pemiliknya tidak dapat memetik hasilnya.</p>
<p>Mereka telah menafkahkan hartanya untuk kepentingan umum seperti membangun benteng pertahanan, jembatan, sekolah, rumah sakit dll dengan harapan mendapat ganjaran dari Allah dan dapat menolong mereka di akhirat kelak, namun harapan itu akan sia-sia belaka, karena mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw.</p>
<p><strong>Tidak semua Yahudi Zionist</strong></p>
<p>Tidak semua Yahudi fasik, memperoleh bukti nyata dengan keberadaan Abdullah bin Salam dkk di masa Rasulullah saw. Mereka adalah Muslim yang lurus dan bertakwa sepenuh hatinya, walaupun di kecam oleh kaumnya.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4112/4841016630_cfb6b0ca53.jpg" alt="276-SusanSontag" width="188" height="267" /><br />
<em>Susan Sontag</em></p>
<p>Di masa kini kita menyaksikan Susan Sontag (1933-2004)  seorang pemikir wanita Yahudi  Amerika Serikat yang menolak penghargaan Jerusalem dari Pemerintah Israel karena masih ada penindasan terhadap rakyat Palestina. Susan Sontag adalah seorang filsuf postmodernism dengan bukunya “Against Interpretation (1966)”. Pemikirannya yang cemerlang dan menembus waktu menempatkan Sontag sebagai salah seorang pemikir postmodernis terdepan di dunia.</p>
<p>Sontag mengingatkan kita, bahwa tidak semua Yahudi Zionist.  Karya besarnya yang lain adalah “On Photography (1977)”. Berbeda dengan Abdullah bin Salam yang Muslim, Sontag  seorang  akademikus yang tidak beragama, tapi jelas menjunjung tinggi akal sehat dan hati nurani. Dalam Against Interpretation Susan Sontag mencoba mencari jati diri kebenaran yang hakiki dengan menolak interpretasi, hierarchy dan konstruksi sosial, dan mengembalikan semua otoritas kepada individu.</p>
<p>Susan Sontag tentu tak hanya sendiri, masih terdapat Susan-susan yang lain yang tidak menonjol karena di redam oleh media massa kaum Zionist. Kita bersyukur adanya kelompok ini yang betapapun menyuarakan kebenaran dan keadilan.  Di tengah-tengah propaganda dan provokasi kaum Zionist terhadap dunia, penolakan Susan Sontag untuk menerima penghargaan Jerusalem dari Pemerintah Israel merupakan letupan nurani yang jernih di tengah-tengah kekacauan interpretasi yang dikembangkan Israel.</p>
<p>Sontag meninggal pada tgl. 28 Desember  2004, dalam usia 71 th. Dunia mewarisi semangat dan pemikiran yang ditinggalkannya yang terus berkembang mencari bentuk-bentuknya yang kongkret. Dimasa ini postmodernism adalah bentuk pemikiran filsafih yang paling mutakhir dan  menuntut perbaikan dunia modern yang dalam banyak hal dianggap gagal menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi umat manusia. Perang dan penindasan masih berlangsung di mana-mana. Tuntutan keadilan Sontag terhadap dunia adalah tuntutan kita semua.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4149/4840404723_0ca4678de8.jpg" alt="276-JacquesDerrida" width="204" height="247" /><br />
<em>Jacques Derrida</em></p>
<p>Teman sejawatnya Jacques Derrida (1930-2004) seorang Yahudi Perancis adalah juga filsuf postmodernis yang terutama menekankan pada dekonstruktivisme dimana dia berpenpat bahwa segala sesuatu telah di  konstruksikan oleh manusia. Maka untuk mencapai jati diri kebenaran harus dilakukan dekonstruksi. Seperti Sontag, Jacques seorang akademikus yang tidak beragama, namun berpegang teguh pada akal sehat dan hati nurani yang memberikan kecerahan baginya dalam menilai kehidupan.</p>
<p>Seorang dengan kejernihan pandangan kehidupan seperti Jacques tidak mungkin menganut ideologi Zionism yang absurd. Meski tidak se vulgar Sontag, Jacques juga tidak dapat menerima penindasan Israel terhadap rakyat Palestina, apapun alasannya. Ini termasuk bagian dari kekeliruan dunia modern, yang untuk meluruskannya menurut Jacques harus mengalami proses dekonstrusi. Jacques Derrida meninggal pada tgl 9 Oktober 2004 karena panyakit kanker. Dia mewariskan kepada dunia filsafih mutakhir tentang postmodernism yang tengah terus berkembang menggugat kekeliruan-kekeliruan dunia modern, termasuk kekeliruan Zionism.</p>
<p>Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari Abdullah bin Salam, Susan Sontag dan Jacques Derrida, tiga tokoh Yahudi. Mereka mandiri dan jujur dalam bersikap dan bertindak, serta mencerminkan kepribadian yang utuh, meski bertentangan dengan aspirasi arus utama kaum Yahudi.  Mereka layak menjadi suri tauladan kita semua. Sebenarnya masih banyak lagi mutiara-mutiara Yahudi seperti mereka.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih.<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 30 Juli 2010,<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=525</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-275</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=524</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=524#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Amar Makruf Nahi Mungkar II</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 23 Juli 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4122/4817970911_f8e4c6825e.jpg" alt="275-anti-ahmadiyah" width="174" height="131" />Hal yang perlu di catat bahwa perbedaan pandangan antar kelompok menjadikan pelaksanaan amar makruf nahi mungkar masing-masing pihak rawan konflik. Ada kelompok yang berpendapat bahwa mencegah orang menganut Ideologi Pancasila termasuk dalam pengertian nahi mungkar, dan sebaliknya.  Sementara ada pihak yang berpendapat menyerukan berdirinya Negara Islam Indonesia termasuk dalam pengertian amar makruf dan sebaliknya.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Amar Makruf Nahi Mungkar II</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4136/4817970981_9926ed15c3.jpg" alt="ali-imron110" width="385" height="105" /></p>
<blockquote><p><em>kuntum khayra ummatin ukhrijat lilnnaasi ta/muruuna bialma&#8217;ruufi watanhawna &#8216;ani almunkari watu/minuuna biallaahi walaw aamana ahlu alkitaabi lakaana khayran lahum minhumu almu/minuuna wa-aktsaruhumu alfaasiquuna</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4817971031_9cb77d3b11.jpg" alt="ali-imron111" width="386" height="68" /></p>
<blockquote><p><em>lan yadhurruukum illaa adzan wa-in yuqaatiluukum yuwalluukumu al-adbaara tsumma laa yunsharuuna</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4141/4818593688_45294ec218.jpg" alt="ali-imron112" width="387" height="141" /></p>
<blockquote><p><em>dhuribat &#8216;alayhimu aldzdzillatu ayna maa tsuqifuu illaa bihablin mina allaahi wahablin mina alnnaasi wabaauu bighadhabin mina allaahi wadhuribat &#8216;alayhimu almaskanatu dzaalika bi-annahum kaanuu yakfuruuna bi-aayaati allaahi wayaqtuluuna al-anbiyaa-a bighayri haqqin dzaalika bimaa &#8216;ashaw wakaanuu ya&#8217;taduuna</em></p></blockquote>
<blockquote><p>“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (110).  Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu,  pasti mereka berbalik melarikan diri  ke belakang. Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan (111). Mereka diliputi kehinaan dimanapun mereka berada, kecuali jika mereka berpegang teguh pada tali Allah dan tali manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah, dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan malampaui batas (112).Ali Imran : 110-112</p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat diatas dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif, agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4100/4817970779_e772b3b88c.jpg" alt="275-Atho" width="263" height="274" /><br />
<em>Prof. Atho’ Mudzhar, Kabalitbang &amp; Diklat Depag menyampaikan paparan dalam Dialog Kebangsaan ke VI, th. 2008, yang bertajuk “Sikap Negara terhadap Konflik Sektarian”, di Jakarta.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Ayat 110 ini menyatakan bahwa umat Islam di masa Nabi Muhammad saw adalah umat yang terbaik, dengan ciri utama mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar serta senantiasa beriman kepada Allah. Itulah yang menyebabkan mereka kuat dan jaya. Dalam waktu singat mereka telah berhasil menaklukkan seluruh Arabia, mereka hidup aman, tenteram dan penuh keadilan dibawah panji-panji Islam.</p>
<p>Sebelumnya mereka adalah umat yang berpecah belah, terus berperang satu-sama lain, kacau. Tentang Bani Israel, lebih lanjut Allah mengetengahkan, seandainya Ahli Kitab itu beriman tentu lebih baik bagi mereka. Namun hanya sedikit diantara mereka yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik yang tidak mau beriman. Mereka percaya kepada sebagian kitab dan kafir kepada sebagian yang lain. Demikian pula mereka percaya kepada sebagian Rasul (Musa dan Isa) dan kafir kepada  Muhammad saw.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4818593376_0ec266522b.jpg" alt="275-yahudi" width="317" height="217" /><br />
<em>Para pemuka Yahudi pada abad ke 21.</em></p>
<p>Dalam ayat 111 Allah menerangkan bahwa Ahli Kitab tidak akan membahayakan umat Islam, kecuali sekedar gangguan-gangguan kecil seperti insinuasi kepada Nabi Muhammad dan hasutan-hasutan untuk menjauhkan manusia dari agama Islam. Mereka tidak akan berani berperang melawan kaum Muslimin. Meskipun mereka bersekutu dengan musrikin Mekkah, mereka tidak juga mendapat kemenangan.</p>
<p>Dalam ayat 112 diterangkan bahwa kekafiran para Ahli Kitab terhadap agama Islam, dan sikap berlebihan mereka dalam memusuhi umat Islam dengan berbagai cara, membuat Allah menimpakan kehinaan kepada mereka dimana saja mereka berada, kecuali mereka tunduk dan patuh kepada peraturan dan hukum Allah dan memelihara hubungan baik dengan sesama manusia, tunduk kepada aturan bersama serta bekerjasama dalam berbagai aspek kehidupan. Tetapi di Madinah mereka mengingkari itu semua, maka terusirlah mereka dari Madinah.</p>
<p><strong>Amar makruf nahi mungkar</strong></p>
<p>Ciri umat yang terbaik adalah menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar serta senantiasa beriman kepada Allah. Itu telah terpenuhi oleh umat Islam di masa Rasulullah saw yang berpusat di Madinah, dan merupakan bentuk solusi sosial terbaik di zaman itu dengan keberhasilan mempersatukan seluruh Arabia. Dengan latar belakang keragaman suku yang terus menerus berperang satu sama lain selama ratusan tahun, mereka menjadi umat yang satu, teguh dan kuat, dengan tali pengikat agama Islam yang rahmatan.</p>
<p>Nah, apa yang kita hadapi di zaman ini ? Jauh berbeda dengan zaman 14 abad yang lalu itu. Dahulu yang disebut umat Islam adalah satu homogenitas, kesatuan yang utuh. Tapi sekarang menyebut umat Islam adalah satu heterogenitas yang kompleks, madzhab-madzhab, firqoh-firqoh, partai-partai, ormas-ormas dan perkumpulan-perkumpulan yang lebih kecil, ramai memenuhi blantika kehidupan kaum Muslimin, dengan persinggungan dan pertentangan satu sama lain. Di dunia, Sunni dan Shi’ah berhadap-hadapan, Ahmadiyah dalam posisi dipojokkan oleh mainstream kaum Muslimin, dan berbagai pertentangan cabang lainnya. Di Indonesia semua konflik itu ada dan terwakili. Bagaimana menjalankan amar makruf nahi mungkar dalam situasi seperti itu ?</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4120/4818593410_93f121166a.jpg" alt="275-sunni-shiah" width="241" height="241" /><br />
<em>Konflik Sunni-Shy’ah</em></p>
<p>Yang terjadi adalah konflik horizontal antara kelompok tertentu dengan warga masyarakat, atau antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Meski ditengah-tengah kaum Muslimin terdapat Majelis Ulama Indonesia yang bersifat konfederasi, tapi MUI tidak memiliki otoritas organisasi untuk menyatukan persepsi. Pemerintah atau Kementerian Agama juga tidak punya  hak jurisdiktif untuk itu.</p>
<p>Akibatnya heterogenitas yang rawan konflik tetapi terbuka lebar. Dan sulit bagi gerakan amar makruf nahi mungkar untuk beroperasi pada medan yang seperti itu, kecuali dengan cara-cara sporadis dan melanggar hukum. Ini disebabkan oleh karena prinsip-prinsip nahi mungkar sebagian sudah terserap dalam hukum positif di Indonesia, dan menjadi kewenangan kepolisian untuk bertindak.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4122/4817970911_f8e4c6825e.jpg" alt="275-anti-ahmadiyah" width="349" height="262" /><br />
<em>Gerakan anti-Ahmadiyah di Indonesia</em></p>
<p>Akhirnya amar makruf nahi mungkar hanya dapat dilakukan melalui dakwah, memberikan nasihat, saran dan pendapat dengan koridor seperti diterangkan pada Pengajian ke 274. Nahi Mungkar dengan cara bertindak secara fisik menjadi bertentangan dengan hak dan kewenangan Polri. Maka dari itu dilarang oleh hukum. Prinsipnya amar makruf nahi mungkar tidak dibenarkan dilaksanakan dengan cara melanggar hukum, seperti yang sering dilakukan oleh kelompok tertentu di Indonesia.</p>
<p>Hal yang perlu di catat bahwa perbedaan pandangan antar kelompok menjadikan pelaksanaan amar makruf nahi mungkar masing-masing pihak rawan konflik. Ada kelompok yang berpendapat bahwa mencegah orang menganut Ideologi Pancasila termasuk dalam pengertian nahi mungkar, dan sebaliknya.  Sementara ada pihak yang berpendapat menyerukan berdirinya Negara Islam Indonesia termasuk dalam pengertian amar makruf dan sebaliknya. Inilah masalah-masalah mendasar yang dihadapi umat Islam Indonesia. Kompleks.</p>
<p>Tetapi mainstream kaum Muslimin Indonesia adalah moderat dan tetap setia kepada NKRI dan Pembukaan UUD 1945. Hanya mayoritas ini yang bergerak lamban dan terdiam serta tidak efektif, berbeda dengan kelompok-kelompok kecil yang bergerak dinamis menyebarkan keyakinan dan pandangan mereka yang radikal ditengah-tengah masyarakat yang tidak berpengharapan terhadap kinerja pemerintah. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikuim War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 23 Juli 2010,<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=524</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-274</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=523</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=523#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 00:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Amar Makruf Nahi Mungkar</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 16 Juli 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4142/4797325641_acf941f626.jpg" alt="274-kekerasan" width="107" height="172" />Saat ini hambatan dalam masyarakat Islam adalah adalah adanya aksi-aksi kekerasan dan terorisme atas nama agama. Maka dakwah yang tepat saat ini harus memuat pula pesan anti kekerasan dan anti terorisme yang memang tidak mungkin dibenarkan oleh nash qath’i. Suatu proses deradikalisasi harus dijalankan sesuai pesan hakiki ‘Islam sebagai rahmatan lil ‘alamien’, untuk mewujudkan kehidupan umat yang moderat, akulturatif dan toleran.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Amar Makruf Nahi Mungkar</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4079/4797325701_783f851522.jpg" alt="ali-imron104" width="382" height="69" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4123/4797954084_4faf5043d9_b.jpg" alt="ali-imron105" width="383" height="61" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4123/4797953902_55df97485d.jpg" alt="ali-imron106" width="382" height="68" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4118/4797953934_bb5df8e4d6.jpg" alt="ali-imron107" width="383" height="31" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4115/4797325825_ddc752ae1b.jpg" alt="ali-imron108" width="379" height="70" /><br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4120/4797325797_f3fdac221a.jpg" alt="ali-imron109" width="374" height="34" /></p>
<blockquote><p>“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada kemakrufan, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (104). Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.  Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan siksa yang berat, (105) pada hari yang pada waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun kepada orang-orang yang hitam muram wajahnya, dikatakan,”Mengapa kamu kafir setelah kamu beriman ? Maka rasakanlah azab itu disebabkan kekafiranmu” (106). Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya (107). Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar, dan tidaklah Alah berkehak untuk menganiaya hamba-hambaNya (108). Kepunyaan Allah-lah segala yang ada  di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan (109).”;Ali Imran : 104-109.</p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat diatas dengan pendekatan ekletik-multiperspektif, baik dari sudut pandang teologi, antropologi, historiografi, maupun psikologi dll, secara holistis dan komprehensif, agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dan menyeluruh, serta hikmah yang setinggi-tingginya, Insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4079/4797953676_fea74bc7b9.jpg" alt="274-gd" width="333" height="251" /><br />
<em>Foto kenangan dengan Gus Dur saat Pengajian di Permata Hijau th. 2007.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Ayat ke 104 merupakan seruan bagi segolongan kalangan ummat, artinya ini berupa fardhu kifayah yang ditujukan kepada kalangan yang berkompeten saja, untuk menggiatkan dakwah, memberi peringatan manakala terjadi gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan, dengan tegas menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar. Maksudnya agar umat terpelihara dari perpecahan dan infiltrasi pihak manapun.</p>
<p>Bahwa kemenangan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan, dan persatuan tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan, dan itu tidak akan tercapai kecuali dengan terpeliharanya agama, dan agama tidak akan terpelihara kecuali adanya dakwah yang berlangsung terus-menerus. Mereka inilah orang-orang yang memenuhi syarat perjuangan, sukses dan beruntung. Dalam ayat 105 Allah menegaskan agar kaum Muslimin tidak terjerumus ke dalam perpecahan, karena betapapun kuatnya kedudukan satu umat, apabila dilanda perpecahan akan runtuh dan hancur.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4081/4797953744_4a1c9427b3.jpg" alt="274-masjid-nabawi" width="350" height="263" /><br />
<em>Di dalam Masjid Nabawi</em></p>
<p>Ayat ke 106 menampilkan gambaran transenden tentang dua golongan, yaitu yang pertama golongan mukmin yang wajahnya putih bersinar, yang kedua yaitu golongan kafir dari kalangan ahli kitab dan munafik wajah mereka muram dan hitam, karena melihat azab yang disediakan Allah SWT untuknya. Itu adalah gambaran transenden untuk memudahkan kita memahami permasalahan-permasalahan yang diangkat dalam ayat-ayat ini.</p>
<p>Ayat ke 107 mengemukakan gambaran transenden tentang kaum mukminin yang berada dalam rahmat Allah yaitu surga yang digambarkan secara duniawi penuh dengan kenikmatan dan kesenangan hidup sebagai cara penafsiran untuk memudahkan pemahaman ayat ini.</p>
<p>Dalam ayat ke 108 Allah menegaskan bahwa Ia akan membalasi hamba-Nya dengan adil, tidak akan menganiaya mereka, setiap orang akan dibalasi sesuai dengan perbuatannya di dunia. Allah Maha Kaya dan Maha Adil dan melaksanakan kehendaknya  dengan sempurna, tidak tergantung kepada siapapun.</p>
<p>Dalam ayat 109 dinyatakan bahwa seluruh langit dan bumi adalah kepunyaan Allah SWT yg berwenang sepenuhnya untuk mengatur segala isinya dengan bijaksana tanpa harus mempertanggungjawabkan kepada siapapun karena Allah Maha Pencipta Alam Semesta dan kepada Allah-lah segala urusan akan dikembalikan.</p>
<p><strong>Amar makruf nahi mungkar</strong></p>
<p>Amar makruf nahi mungkar, adalah kegiatan dakwah yang terus menerus dilakukan oleh segolongan muslimin yang berkompeten untuk itu. Artinya tidak semua orang dapat melakukannya, terutama bagi mereka yang tidak berilmu. Ini fardhu kifayah. Jika tidak, maka implementasinya bisa berbeda dan dampaknya bisa kontra produktif.</p>
<p>Terorisme dan tindak kekerasan misalnya, tidak dapat dikategorikan sebagai amar makruf nahi mungkar, yang mesti disampaikan dengan kaidah akhlaqul-karimah. Amar makruf nahi mungkar harus bersendikan Qur’an dan Sunnah dan disampaikan dengan nilai estetis yang signifikan.</p>
<p>Dakwah dalam hal ini tidak boleh justru mengundang perpecahan umat, tetapi harus meneguhkan persatuan dan kesatuan dikalangan kaum Muslimin sebagai umat dan sebagai bangsa. Dakwah dalam sublimasi keagamaan dan kebangsaan yang kondusif, toleran dan multikulturalis akan produktif dikalangan masyarakat.</p>
<p>Dakwah dalam rangka menghidupkan fungsi-fungsi keagamaan dalam kehidupan sosial sudah tentu positif. Tapi dakwah yang mengurangi nilai-nilai kebudayaan, ideologi kebangsaan, menurunkan kedisiplinan sosial dan memicu pertentangan, sudah tentu harus dihindarkan, karena tidak sesuai dengan paradigma amar makruf nahi mungkar. Dakwah yang hanya membenarkan keyakinannya sendiri dan menyalahkan semua keyakinan yang lain, sudah tentu tidak bisa dilakukan. Sifat-sifat konformitas dogmatis seperti itu harus dijauhkan dari suatu kegiatan dakwah amar makruf nahi mungkar.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4080/4797325595_30dd1ccd25.jpg" alt="274-terorisme" width="248" height="248" /> <img src="http://farm5.static.flickr.com/4142/4797325641_acf941f626.jpg" alt="274-kekerasan" width="154" height="246" /><br />
<em>Terorisme dan aksi kekerasan agama.</em></p>
<p>Dakwah dengan pola akulturasi sebagaimana dijalankan Wali Songo pada awal abad 16 adalah yang terbaik dimana diutamakan keharmonisan budaya dan agama yang berjalan saling mengisi. Dimasa sekarang hal itu dapat dilakukan dengan mengisi kehidupan sosial dengan nilai-nilai keagamaan yang selaras, seperti nilai-nilai moralitas, kepedulian sosial  dan kegotongroyongan dalam rangka ukhuwah-bashariyah. Tetapi sebaliknya dakwah dengan menantang ideologi Pancasila, Pembukaan UUD 1945  dan NKRI tidak dapat dikategorikan sebagai amar makruf nahi mungkar. Karena Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan NKRI sudah merupakan ‘aqad mu’ahadah al-ijtima’iyyah’ (kesepakatan sosial) yang berarti sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kaum Muslimin yang bahkan harus dilindungi.</p>
<p>Saat ini hambatan dalam masyarakat Islam adalah adalah adanya aksi-aksi kekerasan dan terorisme atas nama agama. Maka dakwah yang tepat saat ini harus memuat pula pesan anti kekerasan dan anti terorisme yang memang tidak mungkin dibenarkan oleh nash qath’i. Suatu proses deradikalisasi harus dijalankan sesuai pesan hakiki ‘Islam sebagai rahmatan lil ‘alamien’, untuk mewujudkan kehidupan umat yang moderat, akulturatif dan toleran. Ada baiknya diangkat prinsip-prinsip ‘Perjanjian Hudaibiyah’ di zaman Rasulullah saw dimana Rasulullah berhasil memenangkan seluruh tahap akhir dengan diplomasi damai termasuk Futuh Mekkah pada th. 630. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 16 Juli 2010,<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=523</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-273</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=522</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=522#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 23:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XIII</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 09 Juli 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4135/4775263403_d20ac349e3_m.jpg" width="163" height="151" alt="273-RevolusiPerancis" />Jargon ‘Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan’  (Liberte, Egalite dan Fraternite) dikumandangkan oleh para masonic (Yahudi /qabbalis) dalam revolusi Perancis (1789-1799), satu moment sejarah dunia yang penting, dan mengubah wajah dunia hingga masa sekarang. [...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XIII</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4134/4775899554_3f2f0c40a6.jpg" alt="ali-imron102" width="381" height="67" /></p>
<blockquote><p><em>yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuuna</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4775263565_1d2fb0bf57.jpg" alt="ali-imron103" width="388" height="145" /></p>
<blockquote><p><em>wai&#8217;tashimuu bihabli allaahi jamii&#8217;an walaa tafarraquu waudzkuruu ni&#8217;mata allaahi &#8216;alaykum idz kuntum a&#8217;daa-an fa-allafa bayna quluubikum fa-ashbahtum bini&#8217;matihi ikhwaanan wakuntum &#8216;alaa syafaa hufratin mina alnnaari fa-anqadzakum minhaa kadzaalika yubayyinu allaahu lakum aayaatihi la&#8217;allakum tahtaduuna</em></p></blockquote>
<p>“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (102). Dan berpegang tegulah kamu pada tali Allah , dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah  orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkanmu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya  kepadamu agar kamu mendapat petunjuk (103).”; Ali Imran : 102-103.</p>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat diatas dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari sudut pandang teologi, antropiologi, historiografi maupun psikololgi dll, secara holistis dan komprehensif agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, Insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4137/4775902662_e6d5230b6c.jpg" alt="273-AnnMarie" width="303" height="226" /><br />
<em>KH. Agus Miftach menyampaikan piagam penghargaan kepada Dubes Swedia Ny. Ann Marie Bolin Penegard dalam acara Dialog Kebangsaan ke VII, 17 September 2008.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Asbabun-nuzul ayat ke 102 ini masih sama dengan asbabun-nuzul ayat sebelumnya, yaitu menyangkut  provookasi kalangan Yahudi untuk mengobarkan kembali permusuhan diantara suku Aus dan Khazraj yang pernah berperang di masa Jahiliah. Upaya itu nyaris berhasil, kalau tidak datang Rasulullah saw ketempat itu dan mengingatkan keimanan dan keislaman mereka, yang membuat mereka segera menyadari kekeliruan mereka. Ayat ini mengingatkan mereka agar benar-benar bertakwa, dan menjalankan segala kewajibannya, dan jangan sekali-kali mati melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4120/4775263361_1f704ed435.jpg" alt="273-MakamRasulullah" width="300" height="209" /><br />
<em>Makam Rasulullah saw di dalam Masjid Nabawi</em></p>
<p>Faryabi dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Ibnu Abbas, bahwa asbabun-nuzul ayat ke 103 ini sama dengan asbabun-nuzul ayat sebelumnya. Maka hendaklah mereka, seperti suku Aus dan Khazraj  selalu berpegang teguh kepada tali (agama) Allah. Dimasa paganisme mereka terjerumus pada perang saudara selama ratusan tahun. Maka dengan datangnya agama Islam, hati mereka dipersatukan. Sifat  iri hati, dengki, dan api permusuhan telah dipadamkan Allah dari hati mereka, sehingga mereka bersaudara, saling mencintai menuju kebahagiaan bersama. Hendaknya kaum Muslimin mensyukuri nikmat itu agar nikmat itu terus terpelihara.</p>
<p>Negasi dari pola hidup paganisme yang didasarkan pada primodial kesukuan kepada kesatuan ummah yang didasarkan pada ideologi ketauhidan telah menjadikan komunitas Islam terikat dan tersusun oleh satu ideologi yang kokoh-kuat. Diatas landasan ideologi yang demikian itu dibangun masyarakat dengan struktur  yang terpusat, menyatu atas dasar syari’at dibawah pimpinan tunggal Rasulullah saw.</p>
<p><strong>Zionism</strong></p>
<p>Dalam hal memprovokasi pihak lain, agar terjadi pertentangan dan perpecahan, lalu mengambil keuntungan dari kondisi itu, Yahudi memiliki keahlian yang sangat tinggi. Dan itu termasuk bagian dari management Zionis. Perhatikan bagian dari Protocol yang pertama ini :</p>
<p>“Sejak zaman kuno, kita (Yahudi) adalah orang pertama yang meneriakkan kata-kata,’Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan’, diantara manusia. Kata-kata itu telah berkali-kali diulang oleh beo-kampanye pemilihan umum, yang menghimpun orang untuk mendengarkan umpan ini, dengan mana mereka telah meruntuhkan kemakmuran dunia dan kemerdekaan abadi yang sejati. Orang non-Yahudi yang menyangka dirinya pandai dan cerdas tidak mengerti perlambang dari kata-kata tadi; tidak mengamati kontradiksi maknanya; tidak memperhatikan bahwa secara kodrati tidak ada persamaan.”</p>
<p>Lalu pada bagian Protocol ketigabelas :</p>
<p>“Persoalan kebijakan, bagaimanapun juga tidak diizinkan kepada siapapun juga kecuali mereka yang merumuskan kebijakan itu dan telah mengarahkannya selama berabad-abad ini,”</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4135/4775263403_d20ac349e3_m.jpg" alt="273-RevolusiPerancis" width="233" height="216" /><br />
<em>Revolusi Perancis (1789-1799)</em></p>
<p>Jargon ‘Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan’  (Liberte, Egalite dan Fraternite) dikumandangkan oleh para masonic (Yahudi /qabbalis) dalam revolusi Perancis (1789-1799), satu moment sejarah dunia yang penting, dan mengubah wajah dunia hingga masa sekarang.</p>
<p>Ternyata jargon dalam moment sejarah dunia yang banyak mengilhami perubahan-perubahan sosial di dunia itu diciptakan oleh masonic dengan nilai kontroversialnya yang mereka sadari merupakan permainan politik yang menyesatkan psiko-publik untuk membentuk momentum politik semata, tanpa maksud untuk sungguh-sungguh diwujudkan, karena memang tidak mungkin, seperti tulis mereka dalam Protocol diatas. Apa yang keluar dari mulut para Zionis memang tidak dapat kita percaya sepenuhnya. Ada maksud-maksud mereka yang tersembunyi dibalik pernyataan-pernyataan mereka.</p>
<p>Tentang Protocol ketigabelas diatas, mengacu  pada organisasi rahasia Sandherin yang  telah beroperasi untuk hal-hal mendasar bagi kaum Yahudi selama berabad-abad melalui kasta tertentu dalam masyarakat Yahudi yang berlangsung dari generasi ke generasi.</p>
<p>Dengan demikian kita dapat  mengerti siasat kaum Zionis dalam membangkitkan perubahan-perubahan sosial. Mereka membentuk jargon-jargon yang tepat sasaran dan dapat menggerakan publik ke satu tujuan perubahan sosial, dengan sejumlah agenda tersembunyi yang dijalankan oleh kaum Sandherin yang merupakan sasaran mereka yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam hal revolusi Perancis abad ke 18 itu, sasaran sebenarnya kaum  masonic adalah mengakhiri otoritas Gereja Katholik, sekaligus membangun pemerintahan sekuler dimana orang-orang mereka dapat berperan aktif di dalamnya, tentu dengan arahan rahasia kaum Sandherin yang biasanya duduk dalam jabatan-jabatan tinggi organisasi “Freemason” dan tentu juga dalam organisasi Zionis Internasional. Dan inilah awal kekuasaan sekulerism di dunia yang mengilhami perubahan-perubahan sosial berikutnya di Eropa, Amerika dan dunia.</p>
<p>Apa yang diungkapkan dalam bagian Protocol pertama, menggambarkan tujuan-tujuan sebenarnya dari gerakan mereka itu yang dapat dicapai oleh mereka dengan sempurna.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4119/4775263451_34e1a2e8a9_m.jpg" width="216" height="170" alt="273-Hidayat" /><br />
<em>MS. Hidayat, Menteri Perindustrian.</em></p>
<p>Mereka bergerak di tataran organisasi pemerintah dan masyarakat. Di Indonesia, selain Menteri Perindustrian MS. Hidayat  yang merupakan tokoh Lions Club, juga ada H. Trisulo orang kaya yang beralamat di Pondok Indah yang kini resmi merupakan Gubernur Lions Club Indonesia, dan masih banyak lagi yang tersembunyi. MS. Hidayat dan H. Trisulo hanya puncak gunung es, dibawah itu bergerak segala sel-sel mereka disegala arah. Bahkan Eggie Sudjana pernah diberitakan sebagai pengurus Freemason Indonesia, tetapi di bantah oleh ybs. Entah bagaimana kebenarannya. Sekian,</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 9 Juli 2010,<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=522</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-272</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=521</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=521#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 23:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XII</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 02 Juli 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4121/4752438222_6d81430dcb.jpg" alt="272-buruh" width="187" height="124" />Di Indonesia gejolak perburuhan memundurkan dunia industri dan iklim usaha pada umumnya yang tentu saja berdampak secara sosial ekonomi dan politik. Berbagai tuntutan dan anarkhisme telah merusak situasi sedemikian rupa yang merugikan semua pihak, dan bahkan hilangnya kesempatan kerja, membuat potensi lapangan kerja semakin menurun, dan secara nasional membuat situasi perekonomian nasional suram. Keadaan seperti ini patut kita waspadai kemungkinan bekerjanya suatu sistem Protocol dalam berbagai kamuflasenya. [...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XII</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4143/4752438334_b0cdcb3be6.jpg" alt="ali-imron100" width="385" height="77" /></p>
<blockquote><p> yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in tuthii&#8217;uu fariiqan mina alladziina uutuu alkitaaba yarudduukum ba&#8217;da iimaanikum kaafiriina</p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4140/4752438404_f7e5fa6402.jpg" alt="ali-imron101" width="382" height="71" /></p>
<blockquote><p> wakayfa takfuruuna wa-antum tutlaa &#8216;alaykum aayaatu allaahi wafiikum rasuuluhu waman ya&#8217;tashim biallaahi faqad hudiya ilaa shiraathin mustaqiimin</p></blockquote>
<blockquote><p>“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman (100). Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan rasul-Nya pun ada ditengah-tengah kamu ? Barangsiapa yang berpegang teguh pada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus (101).”; Ali Imran : 100-101.</p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat ini dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, bari sudut pandang teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif agar dapat dipahami secara utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya,  insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4123/4751797851_352a3193b7.jpg" alt="272-gm" width="341" height="227" /><br />
<em>KH. Agus Miftach selaku Ketua Majelis Tinggi Federasi NGO melantik dan mengukuhkan DPP Federasi NGO dibawah pimpinan John Handol selaku Ketua Umum, pada tgl. 22 Juni 2010 di TMII, Jakarta.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Asbabun-nuzul ayat ke 100 ini sama dengan asbabun-nuzul ayat ke 98-99, yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dan Abu Syaikh dari Zaid bin Aslam, bahwa seorang Yahudi bernama Syas bin Qais menyusupkan seorang pemuda Yahudi kedalam suatu pertemuan suku Aus dan Khazraj dan berhasil meniupkan kembali permusuhan lama di masa Jahiliah diantara kedua suku yang nyaris membuat mereka kembali bertempur. Rasulullah saw yang dilapori segera datang ketempat itu dan menenangkan suasana serta mengingatkan ke-Islaman mereka yang menjadikan mereka semua bersaudara.</p>
<p>Ini membuat kalangan Aus dan Khazraj menyadari kekeliruan mereka dan tipu daya musuh yang nyaris menjerumuskan mereka. Mereka membuang senjata, berpelukan sambil mencucurkan air mata, dan kembali ketempat masing-masing. Peristiwa ini menjadi sebab turunnya ayat  ke 100 ini yang mengingatkan kaum Muslimin agar tidak mengikuti sebagian para Ahli Kitab (Yahudi) karena akan mengembalikan kaum Muslimin kepada kekafiran setelah beriman.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4134/4752438152_6c04e95730.jpg" alt="272-masjid-nabawi" width="349" height="261" /><br />
<em>Masjid Nabawi, Madinah al Munawarah.</em></p>
<p>Faryabi dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Ibnu Abbas, bahwa asbabun-nuzul ayat ke 101 sama dengan ayat ke 100, yaitu tatkala suku Aus dan Khazraj nyaris terlibat pertempuran kembali, maka turunlah ayat ini,” <em>Wa kaifa takfuruuna</em>&#8230;dst”. Ayat ke 101 ini menekankan agar kaum mukmin berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya agar terpelihara dan selalu berada dalam lingkungan Hidayah Allah, sehingga tidak tersesat untuk selama-lamanya. Ini penting ditekankan, karena ternyata kaum Muslimin bisa  terpengaruh dengan provokasi para Ahli Kitab untuk mengingkari Allah, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada mereka, dan Rasulullah berada di tengah-tengah mereka sebagai lambang kebenaran, kebaikan dan persaudaraan.</p>
<p><strong>Zionism</strong></p>
<p>Ini adalah gambaran dari cara Protocol of Zion mendistorsi keadaan dan menciptakan destabilitas untuk membangun suatu rejim baru yang dikendalikan. Ini diambil dari Protocol yang pertama :</p>
<p>“Kita akan memaksa menaikkan upah, yang sebenarnya tidak akan memberikan manfaat sedikitpun bagi kaum buruh, karena pada saat yang bersamaan kita akan menaikkan harga-harga keperluan utama, dengan berpura-pura berdalih bahwa semuanya terjadi karena menurunnya hasil pertanian dan peternakan. Kita juga dengan cantik dan dengan sungguh-sungguh harus merusak sumber-sumber produksi dengan menanamkan gagasan anarchie kepada kaum buruh, dengan mendorong mereka untuk mengkonsumsi minuman keras, dan dengan itu pada saat yang bersamaan mengambil langkah-langkah untuk mengusir kaum intelektual non-Yahudi untuk meninggalkan negerinya.”</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4121/4752438222_6d81430dcb.jpg" alt="272-buruh" width="375" height="249" /><br />
<em>Gejolak perburuhan.</em></p>
<p>Masih dari Protocol yang pertama :</p>
<p>“Situasi seperti diatas tidak boleh sampai diketahui secara prematur oleh kaum non-Yahudi, kita harus memasang tirai melalui usaha-usaha seolah-olah gerakan kita untuk membantu klas buruh dan mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi hebat; untuk maksud itu propaganda yang aktif harus dijalankan dengan menggunakan teori-teori ekonomi kita itu.”</p>
<p>Agaknya kita perlu mencermati gejolak-gejolak perburuhan yang sering terjadi. Apakah itu murni atau rekayasa ala Protocol of Zion. Sebab dari Protocol yang pertama itu mengindikasikan sangat kuat digunakannya gejolak buruh sebagai instrumen politik Zionism. Ini bagian dari proses Ordo ab Chao, Keteraturan Baru setelah Kekacuan. Pola-pola seperti diatas sering terjadi dalam mengiringi gejolak perburuhan yang berdampak luas secara sosial ekonomi dan politik.</p>
<p>Di negara-negara tertentu bahkan dapat menyulut perubahan situasi politik secara menyeluruh. Di Indonesia gejolak perburuhan memundurkan dunia industri dan iklim usaha pada umumnya yang tentu saja berdampak secara sosial ekonomi dan politik. Berbagai tuntutan dan anarkhisme telah merusak situasi sedemikian rupa yang merugikan semua pihak, dan bahkan hilangnya kesempatan kerja, membuat potensi lapangan kerja semakin menurun, dan secara nasional membuat situasi perekonomian nasional suram. Keadaan seperti ini patut kita waspadai kemungkinan bekerjanya suatu sistem Protocol dalam berbagai kamuflasenya.</p>
<p>Di Indonesia beroperasi organisasi-organisasi jari-jari Zionism sepeti Lions Club dan Rotary Club yang berkembang diam-diam dengan cover kegiatan sosial-kemanusiaan. Lions Club bahkan dipimpin oleh MS. Hidayat yang saat ini menjabat Menteri Perindustrian. Dan mungkin masih terapat lingkaran-lingkaran sosial yang kita tidak tahu. Bahkan termasuk sekte-sekte keagamaan. Sejumlah tokoh pernah diisyukan sebagai pengurus Freemason, tetapi diantah oleh tokoh-tokoh yang bersangkutan. Inilah memang pola-pola Zionism Internasional, antara ada dan tiada. Tapi kita yakin ada, dan banyak yang bersedia terlibat karena menjanjikan kesuksesan. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=521</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-271</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=520</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=520#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 23:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XI</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 25 Juni 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm2.static.flickr.com/1115/4730629154_c6f7386939.jpg" width="134" height="189" alt="271-LojiFreemaonry" />Ini diangkat dari Protocol yang pertama : “Kemerdekaan politik hanyalah sekedar idea, bukan fakta. Adalah penting untuk memahami bagaimana menerapkan idea bilamana ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap suatu partai atau seseorang, jika partai itu ingin mengalahkan partai lain yang tengah berkuasa. Tugas ini akan menjadi lebih ringan apabila pihak lawan telah dicemari oleh prinsip-prinsip kebebasan, atau apa yang disebut liberalism.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme XI</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1206/4730629220_0c9c40f302_b.jpg" alt="ali-imron98" width="388" height="68" /><br />
<img src="http://farm2.static.flickr.com/1138/4729986077_957f15f4e1_b.jpg" alt="ali-imron99" width="388" height="71" /></p>
<blockquote><p>“Katakanlah,”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah,  padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan ?” (98). Katakanlah,”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman,kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan? Sekali-kali Allah tidak  lalai terhadap apa yang kamu kerjakan” (99).; Ali Imran : 98-99.</p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat ini dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif, agar dapat diperoleh pemahaman yang utuh  dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1439/4730629030_f977c95bfe.jpg" alt="271-AhmadDoliKurnia" width="329" height="219" /><br />
<em>Ahmad Doli Kurnia, Ketua Umum KNPI Konsitusi ketika menyampaikan paparan di Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah, th. 2010.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Asbabun-nuzul ayat ke 98 ini sebagaimana diketengahkan oleh Zaid bin Aslam dari Ibnu Yazid, bahwa : “Seorang Yahudi yang bernama Says bin Qais yang kafir dan selalu menyerang agama Islam lewat dihadapan beberapa  orang  sahabat Rasulullah yang terdiri dari  Kabilah ‘Aus dan Khazraj. Mereka sedang duduk bersama membicarakan beberapa persoalan. Says bin Qais merasa jengkel melihat persatuan dikalangan kaum Muslimin dan kuatnya kasih sayang diantara mereka, meskipun mereka dahulunya bermusuhan di masa Jahiliah.</p>
<p>Ibnu Qais bermaksud mengadu domba diantara kabilah Aus dan Khazraj itu, maka disuruhnya seorang pemuda Yahudi supaya duduk diantara para sahabat Nabi dan membicarakan perang Bu’as yang pernah terjadi diantara suku Aus dan Khazraj dan dimenangkan oleh suku Aus.</p>
<p>Pemuda itu berusaha membangkitkan kembali permusuhan lama diantara kedua kabilah itu. Akhirnya memang timbul pertentangan diantara mereka, tampil dua orang, yaitu Aus bin Qaizi dari Bani Harisah dari lingkungan kabilah Aus, dan Jabbar bin Sakhr dari Bani Salamah dari lingkungan kabilah Khazraj. Masing-masing saling memaki dan mengajukan tantangan perang, dan akhirnya mereka sepakat untuk berperang di Azzahirah di luar kota Madinah.</p>
<p>Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah saw, maka Rasulullah bersama orang-orang Muhajirin,  pergi ke tempat mereka berkumpul, dan bersabda sebagai berikut : “Hai kaum Muslimin, mengapa kalian mengucapkan kata-kata diantara sesamamu seperti ucapan-ucapanmu di masa Jahiliah ? Padahal aku berada di tengah-tengah kalian ? Kalian sudah mendapat petunjuk dari Allah untuk menganut agama Islam dan Allah telah memuliakan kalian dengan agama itu dan memutuskan hubunganmu dengan masa Jahiliah, dan telah membebaskan kalian dari kekafiran dan telah mempersatukan hati kalian dengan rasa kasih sayang. Apakah kalian ingin menjadi kafir kembali ?</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1411/4730629106_637e601730.jpg" alt="271-Madinah" width="343" height="257" /><br />
<em>Kota Madinah sekarang.</em></p>
<p>Mendengar ucapan Rasulullah itu sadarlah mereka, bahwa mereka telah terperdaya tipu daya musuh-musuh Islam, lalu mereka semua melemparkan senjata dan menangis tersedu sedan, masing-masing kaum Aus dan Khazraj saling berpelukan, lalu bubar kembali ketempat masing-masing karena patuh dan taat kepada Rasulullah saw”; Maka turunlah ayat ke 98 dan 99 ini dan ayat ke 100.</p>
<p>Pada ayat ke 99 Allah menerangkan bahwa Ahli Kitab menginginkan agar agama Islam  bengkok dan menyimpang dengan merubah sifat-sifat Muhammad saw, dan membuat-buat  dusta, padahal mereka sendiri dalam hati kecilnya menantikan kenabian Muhammad saw. Allah mengutuk sifat dengki yang tersembunyi dalam hati para pemimpin Ahli Kitab itu.</p>
<p><strong>Zionism</strong></p>
<p>Kita masih akan melanjutkan pembahasan mengenai Protocol of Zion. Ini diangkat dari Protocol yang pertama :<br />
“Kemerdekaan politik hanyalah sekedar idea, bukan fakta. Adalah penting untuk memahami bagaimana menerapkan idea bilamana ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap suatu partai atau seseorang, jika partai itu ingin mengalahkan partai lain yang tengah berkuasa. Tugas ini akan menjadi lebih ringan apabila pihak lawan telah dicemari oleh prinsip-prinsip kebebasan, atau apa yang disebut liberalism. Biasanya demi suatu idea ia akan bersedia menyerahkan sebagian dari kekuasaannya”</p>
<p>Bagian ini diangkat dari Protocol yang kelima :<br />
“Untuk menguasai pendapat umum, yang pertama-tama diperhatikan ialah pentingnya mengacaukan pendapat umum itu dengan cara menyampaikan beragam pendapat yang saling bertentangan,&#8230;ini kaidah yang pertama. Kaidah kedua, ialah upaya meningkatkan dan mengintensifkan persepsi tentang kekurangan-kekurangan yang ada di dalam masyarakat, tentang kebiasasan yang berkembang, aspirasi dan gaya hidup, sehingga ditumbuhkan kekesalan terhadap kehidupan yang memperlihatkan adanya kekacauan; akibatnya masyarakat akan kehilangan rasa saling percaya satu dengan lainnya. Langkah ini akan membuahkan perbedaan pendapat pada semua pihak dan lapisan, mendisintegrasikan kekuatan kolektif yang ada pada mereka, diiringi upaya menghilangkan atau menekan prakarsa prakarsa yang mungkin akan dapat menjegal usaha kita”.</p>
<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1115/4730629154_c6f7386939.jpg" alt="271-LojiFreemaonry" width="224" height="316" /><br />
<em>Loji Freemaonry George Washington, di Washington DC.</em></p>
<p>Kalimat-kalimat dalam Protocol ini menggambarkan rekayasa sosial untuk menguasai masyarakat dan pemerintahan, dengan cara mendistorsi terlebih dahulu kondisi kemapanan yang ada sehingga terjadi labilitas. Dari posisi itu kemudian dilakukan konsolidasi informasi untuk membangun stabilitas baru dibawah pimpinan satu rejim yang mereka kehendaki, yang ditempuh  dengan segala cara, mulai dari cara-cara yang konvensional sampai kudeta.</p>
<p>Untuk itu dijalankan suatu propaganda maksimal yang akan mengubah pendapat umum kearah yang mereka kehendaki. Jika terdapat pertentangan dengan nilai-nilai budaya dan tradisi, maka nilai-nilai budaya dan tradisi itu diperlemah sedemikian rupa sehingga bisa diabaikan. Begitu juga adanya kekuatan kolektif yang menjadi perekat bangsa, akan dipecah belah dan diperlemah, sehingga tidak lagi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.</p>
<p>Jika sudah demikian, maka munculnya satu kekuatan yang terorganisir akan segera menguasai keadaan dan memegang kendali atas situasi politik yang berkembang. Inilah Ordo ab Chao, Keteraturan setelah Kekacauan. Inilah proses untuk membangun Novus Ordo Seclorum, Tata Dunia Baru yang langsung atau tidak langsung berazaskan Zionism. Dalam melakukan langkah-langkah itu semua Zionism didukung oleh organisasi tingkat dunia The Global Freemsonry yang mampu bekerja disegala medan diseluruh dunia. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 25 Juni 2010,<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=520</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-270</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=519</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=519#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 23:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme X</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 18 Juni 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm5.static.flickr.com/4055/4709788333_2cd44eb445_b.jpg" alt="270-war" width="211" height="106" />Beberapa diantara sasaran-sasaran itu telah dicapai. Antara tahun 1905 hingga sekarang telah dilakukan usaha yang kuat untuk memecah belah solidaritas dan kekuatan kaum non-Yahudi, dengan mempercepatnya melalui peperangan-peperangan di Eropa. Metode yang digunakan adalah disintegrasi. Masyarakat dipecah belah ke dalam berbagai partai politik dan sekte-sekte.[...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme X</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4032/4710428460_f1cf95a85e.jpg" alt="ali-imron96" width="379" height="34" /></p>
<blockquote><p><em>inna awwala baytin wudhi&#8217;a lilnnaasi lalladzii bibakkata mubaarakan wahudan lil&#8217;aalamiina</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4051/4710428520_c18bdb6617.jpg" alt="ali-imron97" width="384" height="121" /></p>
<blockquote><p><em>fiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiima waman dakhalahu kaana aaminan walillaahi &#8216;alaa alnnaasi hijju albayti mani istathaa&#8217;a ilayhi sabiilan waman kafara fa-inna allaaha ghaniyyun &#8216;ani al&#8217;aalamiina</em></p></blockquote>
<blockquote><p><em>“Sesunguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia ialah Baitullah di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia (96). Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, diantaranya maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari, maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari semesta alam (97). Ali Imran : 96-97.</em></p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat ini dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari sudut pandang teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara komprehensif dan holistis, agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4005/4709788217_dc0dd88336.jpg" alt="270-gm-gd" width="410" height="229" /><br />
<em>Gus Miftach dan Gus Dur, tertawa riang dalam suatu acara Dialog Kebangsaan tahun 2008.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Ayat  96 dan 97 ini merupakan jawaban terhadap orang Yahudi tentang pemindahan kiblat yang dilakukan Rasulullah dari Baitulmaqdis ke Ka’bah. Orang-orang Yahudi mengatakan, bahwa berkiblat ke Baitulmaqdis itu telah dibenarkan oleh para Nabi, bahkan Nabi Ibrahim sendiri berkiblat ke Baitulmaqdis. Pernyataan orang-orang Yahudi itu dibantah dengan ayat ini.</p>
<p>Kedua ayat menerangkan bahwa rumah pertama yang dijadikan tempat ibadah manusia dalam shalat dan berdoa ialah Ka’bah di Mekkah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setelah itu beberapa abad kemudian baru didirikan Baitulmaqdis atau Masjid al-Aqsha oleh Nabi Sulaiman bin Daud. Jadi jelaslah bahwa Rasulullah mengikuti Nabi ibrahim.</p>
<p>Said bin Manshur mengemukakan dari Ikrimah, katanya,”Tatkala diturunkan ayat,’Barangsiapa mencari agama selain Islam&#8230;’ (Ali Imran 85) orang-orang Yahudi berkata,’Kalau begitu kami ini beragama Islam,’ Nabi saw berkata kepada  mereka,’Sesungguhnya Allah telah mewajibkan naik haji itu atas kaum Muslimin.’ Mereka menjawab,’ Tidak pernah diwajibkan atas kami,’ dan mereka tidak mau melaksanakannya, maka Allah menurunkan ayat ke 97 ini.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4048/4710428306_86939f9c38_m.jpg" alt="270-zion" width="141" height="143" /> <img src="http://farm5.static.flickr.com/4016/4710428330_56fc8e76e9_m.jpg" alt="270-talmud" width="116" height="147" /><br />
Kiri : Protocol of Zion, kanan : Talmud</p>
<p><strong>Zionism</strong></p>
<p>Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting dari Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan hanya menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi dan prinsip-prinsip serta arahan bagi penyusunan kebijakan negara dan pemerintah Israel. Ada dua versi Kitab Talmud, yaitu Talmud Jerusalem dan Talmud Babilonia.  Talmud Babilonia dipandang  sebagai kitab yang lebih otoritatif.  Disamping itu terdapat “Protocol of Zion” yang  terdiri 24 berkas, yang merupakan arahan rahasia bagi perombakan dunia kearah pola Zionis. Protocol, bermaksud menumbangkan seluruh kekuasaan di dunia, agar dapat dibangun satu kekuasaan baru yang otokratif. Untuk itu perlu dilakukan degenerasi masyarkat agar mereka direduksi pada kondisi kebingungan, sehingga lebih mudah dimanipulasi.</p>
<p>Gerakan rakyat liberal akan didorong ke depan, sementara semua falsafah yang merusak agama, ekonomi, politik dan kehidupan rumah tangga disemai dan didorong maju dengan maksud untuk mendisintegrasikan solidaritas sosial. Dan melalui kekacaun ini dijalankan satu rencana definitif, yaitu destruksi sosial. Diatas puing-puing reruntuhan aristokrasi non-Yahudi itu, mereka akan membangun aristokrasi baru, dan segenap aristokrasi keuangan dari kalangan terdidik Yahudi. Mereka akan membangun basis aristokrasi baru berdasarkan kekayaan yang dikendalikan dan atas dasar ilmu pengetahuan yang dibimbing kaum bijak Yahudi.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4055/4709788333_2cd44eb445_b.jpg" alt="270-war" width="384" height="193" /><br />
<em>Peperangan di Eropa</em></p>
<p>Untuk sementara waktu sampai saat yang cukup aman untuk memberikan jabatan-jabatan pemerintahan kepada orang-orang Yahudi, dipercayakan jabatan-jabatan itu kepada orang yang track record dan wataknya sedemikian rupa, yaitu adanya jurang yang lebar antara pejabat ybs dengan rakyatnya. Praktek ini dikenal sebagai”front non-Yahudi”  yang diterapkan secara luas di dunia keuangan dewasa ini untuk menutupi bukti adanya kontrol keuangan oleh kaum bankir Yahudi. Sesungguhnya dewasa ini pada kantor kepresidenan AS orang-orang Yahudi menduduki  jabatan-jabatan yang penting dan sensistif, baik secara terbuka maupun terselubung. Ini bagian dari pelaksanaan protocol.</p>
<p>Kritik yang dikemukakan oleh Protocol tentang kebodohan kaum non-Yahudi ada benarnya. Bahkan diantara pemikir non-Yahudi yang paling cerdas sekalipun telah tertipu menerima seakan-akan ada kemajuan, karena dicekokkan oleh suatu sistem propaganda yang sangat cerdik.</p>
<p>Memang benar, kadangkala seorang pemikir bangkit untuk mengatakan apa yang dipropagandakan sebagai ilmu pengetahuan itu sama sekali tidak ada dasarnya. Apa yang disebut sebagai hukum ekonomi, baik yang datang dari pihak konservatif maupun radikal, ternyata sama sekali bukan hukum atau kaidah, tetapi temuan artifisial belaka. Seorang pengamat yang jeli mengatakan bahwa pameran kekayaan dewasa ini bukan karena dorongan alamiah, tetapi secara sistematik mereka dirangsang untuk itu. Hanya sedikit yang menyadari bahwa banyak hal yang dianggap sebagai pendapat umum, tidak lebih hanyalah hura-hura tepuk tangan dan sumpah serapah belaka.</p>
<p>Apakah ada kemungkinan program Protocol  akan berhasil dilaksanakan? Program itu bahkan pada beberapa bidang sudah berhasil. Banyak tahapan-tahapan penting telah menjadi kenyataan. Hanya saja keberhasilan itu tidak boleh menimbulkan ketakutan, karena senjata utama untuk melawan program semacam itu adalah publisitas yang jelas.</p>
<p>Berdasarkan analisis, dalam Protocol mengandung empat bagian. Yang pertama, memuat pandangan kaum Yahudi tentang kodrat manusia, khususnya tentang watak kaum non-Yahudi. Kedua, keterangan tentang apa yang telah dicapai program Protocol, yaitu hal-hal yang telah dikerjakan. Ketiga, tentang instruksi lengkap metode yang digunakan agar program yang sedang berjalan dapat berhasil. Keempat, detail beberapa hal yang telah dicapai yang sedang dilaksanakan.</p>
<p>Beberapa diantara sasaran-sasaran itu telah dicapai. Antara tahun 1905 hingga sekarang telah dilakukan usaha yang kuat untuk memecah belah solidaritas dan kekuatan kaum non-Yahudi, dengan mempercepatnya melalui peperangan-peperangan di Eropa. Metode yang digunakan adalah disintegrasi. Masyarakat dipecah belah ke dalam berbagai partai politik dan sekte-sekte. Untuk itu mereka menyemaikan gagasan-gagasan utopis dengan cara-cara yang meyakinkan.</p>
<p>Untuk mencapai hal itu Protocol menganggap perlu untuk melakukan dua hal. Pertama, harus ada sekelompok orang yang menyambut setiap gagasan yang dilemparkan. Kedua, hasilnya akan selalu menyulut perpecahan. Sekian.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta 18 Juni 2010<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=519</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-269</title>
		<link>http://persatuan.web.id/?p=518</link>
		<comments>http://persatuan.web.id/?p=518#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 21:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://persatuan.web.id/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme IX</h3>

(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 11 Juni 2010, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh <strong><a href="mailto:agus_miftach@yahoo.co.id" title="Email me!">K.H. Agus Miftach</a></strong>

<img src="http://farm2.static.flickr.com/1294/4689233310_2231d75aed_m.jpg" width="126" height="165" alt="269-Santagel" />Keterlibatan kaum Yahudi dengan Amerika sudah dimulai sejak masa awal sekali, yaitu sejak pendaratan Christoper Columbus (1451-1506) di Waiting Island, Bahama, pada tanggal 12 Oktober 1492. Semula Columbus mengajukan usul biaya pelayarannya ke kepulauan rempah-rempah Maluku di Hindia Timur kepada Raja Portugis, tapi ditolak [...]

<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onclick="return addthis_sendto()"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" width="125" height="16" /></a>
<script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kebangkitan Zionisme IX</h3>
<p><img src="http://static.flickr.com/2715/4213031854_7c6b5a7758_m.jpg" alt="gm" /><br />
<em>KH. AGUS MIFTACH </em><br />
agus_miftach@yahoo.co.id</p>
<p>Assalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahiem,</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4010/4689233478_2b22087dfe.jpg" alt="ali-imron93" width="381" height="104" /></p>
<blockquote><p><em>kullu alththha&#8217;aami kaana hillan libanii israa-iila illaa maa harrama israa-iilu &#8216;alaa nafsihi min qabli an tunazzala alttawraatu qul fa/tuu bialttawraati fautluuhaa in kuntum shaadiqiina</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4027/4689233514_bac700d695.jpg" alt="ali-imron94" width="385" height="67" /></p>
<blockquote><p><em>famani iftaraa &#8216;alaa allaahi alkadziba min ba&#8217;di dzaalika faulaa-ika humu alzhaalimuuna</em></p></blockquote>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4045/4688600943_e11071008f.jpg" alt="ali-imron95" width="384" height="73" /></p>
<blockquote><p><em>qul shadaqa allaahu faittabi&#8217;uu millata ibraahiima haniifan wamaa kaana mina almusyrikiina</em></p></blockquote>
<blockquote><p><em>“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel kecuali makanan yang diharamkan oleh Israel untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah,”Maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar (93).”Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang dzalim (94). Katakanlah,”Maha Benar Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk orang-orang yang musyrik (95).”; Ali Imran : 93-95.</em></p></blockquote>
<p>Kita akan membahas ayat-ayat diatas dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll secara holistis dan komprehensif, agar dapat dicapai pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya, insya Allah.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4052/4689233238_47eda47160_m.jpg" alt="269-Marzuki-Darusman" width="187" height="203" /><br />
<em>Dr. Marzuki Darusman, Wkl. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar dalam suatu Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah, pada tahun 2009.</em></p>
<p><strong>Pokok Bahasan</strong></p>
<p>Ayat ke 93 ini, membantah tuduhan-tuduhan para ahli kitab (kaum Yaudi) terhadap agama Islam, bahwa Nabi Muhammad saw, tidak mengikuti agama Nabi Ibrahim dan Nabi-nabi lainnya, seperti menghalalkan daging unta dan memindahkan kiblat dari Baitulmaqdis ke Ka’bah.</p>
<p>Ayat ini menerangkan bahwa semua makanan dihalalkan kepada Bani Israel dan Ibrahim, termasuk daging unta.  Hanya beberapa jenis makanan yang diharamkan oleh Nabi Yakub terhadap dirinya sendiri disebabkan karena penyakit yang di derita Yakub, dan itu terjadi sebelum turunnya Taurat. Disamping itu ada beberapa jenis makanan yang diharamkan kepada Bani Israel sebagai hukuman atas kedzalimannya.</p>
<p>Maka jelaslah bahwa beberapa makanan yang diharamkan kepada Bani Israel tidak diharamkan kepada pengikut syariat Nabi Ibrahim dan Nabi-nabi lainnya sebelum Taurat diturunkan. Dengan demikian batallah tuduhan Bani Israel bahwa syariat Islam bertentangan dengan syariat Nabi Ibrahim, karena menghalalkan daging unta.</p>
<p>Dalam ayat ke 94, Allah menegaskan, jika orang-orang Yahudi masih berani mengadakan kebohongan terhadap Allah, padahal kedok mereka sudah terbuka dan segala alasan yang mereka kemukakan telah nyata tidak benarnya. Sementara Nabi Muhammad saw dengan perantaraan wahyu dari Tuhannya telah mengetahui sebagian dari isi kitab mereka, maka sudah pasti mereka termasuk orang-orang dzalim. Mereka bukan hanya  dzalim terhadap diri sendiri, tetapi juga dzalim terhadap orang lain, karena mereka telah menyesatkan umat dari jalan yang benar, dan menghalangi manusia khususnya pengikut-pengikut mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Dalam ayat ke 95, Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad saw mengatakan kepada Bani Israil, bahwa apa yang  diberitahukan Allah kepada dirinya dengan perantaraan wahyu, tentang semua makanan yang baik-baik  yang pada mulanya halal bagi Bani Israil sebelum Taurat diturunkan dan halal pula bagi umat-umat sebelum Nabi Musa. Adapun beberapa jenis makanan yang diharamkan bagi Bani Israil dalam Taurat merupakan hukuman atas kedurhakaan mereka. Bahwa semua itu benar-benar datang dari Allah yang tidak dapat disangkal kebenarannya.</p>
<p>Maka hendaklah orang-orang Yahudi itu mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw, karena agama yang dibawanya pada dasarnya sama dengan agama Ibrahim. Dan janganlah mereka tetap mengharamkan daging unta dan susunya, karena tidak ada larangan  untuk itu dalam syariat Nabi Ibrahim maupun dalam syariat  Nabi-nabi lainnya termasuk syariat Islam.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4026/4688600673_58c953115c_m.jpg" alt="269-Columbus" width="173" height="239" /> <img src="http://farm2.static.flickr.com/1294/4689233310_2231d75aed_m.jpg" alt="269-Santagel" width="180" height="237" /><br />
<em>Kiri ke kanan : Christoper Columbus (1451-1506) dan Luis de Santagel.</em></p>
<p><strong>Zionism</strong></p>
<p>Keterlibatan kaum Yahudi dengan Amerika sudah dimulai sejak masa awal sekali, yaitu sejak pendaratan Christoper Columbus (1451-1506) di Waiting Island, Bahama, pada tanggal 12 Oktober 1492. Semula Columbus mengajukan usul biaya pelayarannya ke kepulauan rempah-rempah Maluku di Hindia Timur kepada Raja Portugis, tapi ditolak.</p>
<p>Ada tiga morano (Yahudi rahasia) yang berpengaruh di istana Spanyol, yaitu Luis de Santagel, seorang saudagar besar dari Valencia yang juga berperan sebagai pemungut pajak bagi kerajaan; keluarganya Gabriel Sanchez menjadi bendahara kerajaan dan sahabat mereka penasehat kerajaan Juan Cabrero. Nah ketiga orang itulah yang senantiasa memberikan input kepada Ratu Isabella akan arti penting pelayaran Columbus, terutama bagi kepentingan keuangan kerajaan yang terus menipis. Pelayaran Columbus mungkin akan menemukan pulau emas. Mereka akhirnya berhasil membujuk Sri Ratu untuk membayar panjar pelayaran itu sebesar 40.000 pound sterling (hitungan sekarang).</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4033/4689233366_4d26fd1e3e.jpg" alt="269-Kapal-Santa-Maria" width="301" height="229" /><br />
<em>Kapal Santa Maria yang memimpin pelayaran Columbus.</em></p>
<p>Dalam rombongan ekspedisi Columbus bahkan terdapat 5 morano, yaitu Luis de Torres sebagai penterjemah, Alonzo de la Calle, Gabriel de Sanchez, Marco seorang ahli bedah; dan Bernal dokter umum, untuk melayani pelayaran tsb. Ekspedisi ini terdiri 3 kapal, yaitu Santa Maria sebagai kapal bendera, diikuti  dua kapal lainnya Nina  dan Pinta. Mereka berangkat meninggalkan pantai Spanyol tgl. 3 Agustus 1492, dan baru menjejakkan kaki di bumi Amerika pada th. 1498 di Trinidad. Dua morano Luis de Santagel dan Gabriel de Sanchez yang berjasa mendapat hak-hak istimewa di bumi Amerika yang baru ditemukan itu.</p>
<p>Sejak itu migrasi orang Yahudi ke Amerika berlangsung deras, terutama ke Brazil. Luis de Torres menempati  Kuba, dan mendirikan perkebunan Tembakau dan menjadi “Bapak Tembakau” yang memperkenalkan komoditas baru ini ke Eropa. Tetapi di Brazil pecah perang antara orang-prang Portugis dengan Belanda. Orang-orang Yahudi merasa tidak aman dan terpaksa berpindah ke koloni yang didirikan Belanda di Amerika Utara, Nieuw Amsterdam (1624) yang berkembang jauh lebih maju daripada Kuba dan Brazil.</p>
<p>Hubungan perdagangan dengan Eropa berkembang pesat terutama ketika dibawah pemerintahan Gubernur Pieter Stuyvesant. Para morano itu segera memindahkan pusat perdagangan mereka dari Amerika Selatan ke Nieuw Amsterdam di Amerika Utara. Dalam masa 40 th kemudian Nieuw Amsterdam direbut Inggris (1664) dan namanya diganti dengan New York sebagai penghormatan keada Duke of York , kemudian menjadi Raja James II.</p>
<p>Maka berbondong-bondonglah imigran Yahudi ke New York, dan menjadi kota hunian terbesar Yahudi di Amerika sampai sekarang yang disebutnya sebagai “New Jerusalem”.  Ketika pecah revolusi Amerika (1775-1783) kaum Yahudi memberikan dukungan berupa pinjaman dana untuk perang kepada Tentara Kontinental pimpinan Jenderal George Washington. Tetapi pada waktu yang sama multi milyuner Yahudi Rothschilds London membantu memberikan pinjaman juga kepada kerajaan Inggris. Inilah dua muka Yahudi.</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4003/4688600785_9ef39b1688.jpg" alt="269-Washington" width="214" height="177" /><br />
<em>George Washington</em></p>
<p>Akibat meluasnya sikap anti Semit di negara-negara Eropa Timur pada akhir abad 19, maka terjadilah migrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Amerika Serikat. Pada th. 1880 jumlah imigran Yahudi di AS mencapai 250.000 jiwa, dan pada Akhir Perang Dunia ke I angka itu melonjak menjadi 4 juta jiwa. Ini menguntungkan Zionism yang memang didukung oleh AS dan Inggris.</p>
<p>Kaum Zionis menguasai cabang-cabang industri perfilman, gula, rokok, produk tembakau, pengepakan daging olahan, alas kaki, musik, permata dan perhiasan, gandum dan produk pertanian, kapas, minyak dan gas bumi, besi baja, media massa, kantor berita, minuman keras, perbankan. Semua itu sayapnya menyapu usaha bisnis di dalam maupun di luar pantai Amerika, semua itu ada dibawah kekuasaan modal Yahudi, baik sendiri-sendiri maupun berpatungan dengan modal Yahudi dari luar AS.</p>
<p>Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih.<br />
Wassalamu’alaikum War. Wab.</p>
<p>Jakarta, 11 Juni 2010<br />
Pengasuh,</p>
<p><strong>KH. AGUS MIFTACH</strong><br />
Ketua Umum Front Persatuan Nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persatuan.web.id/?feed=rss2&amp;p=518</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
