FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for September, 2004

September 24, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (015)

Geoekonomi Gujarat dan Kerajaan Islam Demak


Oleh : KH. Agus Miftach
Bahkan terdapat dugaan bahwa Mahapatih Gajahmada yang asal-usulnya misterius itu sesungguhnya seorang Muslim, yang bersyahadat melalui Laksamana Kublai Khan Mongol yang menyerbu Kraton Kediri awal abad 13 dan menjatuhkan Raja Hindu Jayakatwang. Bukti bahwa perwira pengawal Gajahmada, Prameswara yang ternyata adalah seorang Muslim lebih mendekatkan kemungkinan muslim-nya Mahapatih Gajahmada.

September 17, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (014)

Mahapatih Gajah Mada dan Berdirinya Kerajaan Islam Demak.


Oleh : KH. Agus Miftach
Gajah Mada diwisuda menjadi Mahapatih Mangkubumi menggantikan Arya Tadah yang sengaja mengundurkan diri. Sebelum memangku jabatannya Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa : “Selamanya tidak akan memakan “palapa” sebelum berhasil mempersatukan, memakmurkan dan meluhurkan Nusantara dalam kesatuan negara Majapahit”.

September 10, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (013)

Religi Tiongkok, Eropa dan Ketauhidan

Oleh : KH. Agus Miftach
Berbeda dengan sifat-sifat ajaran Sidharta Gautama di India, yang merupakan reformasi besar terhadap Hinduisme dan Sramanisme, maka makna Dewi Kwan Im dalam religi Tionghoa merupakan sifat religius yang selaras, mengalir bersama tradisi Khong Hu Chu dan Tao yang mendominasi psikologis ras Tionghoa. Ini tampak dengan bersandingnya Kim-sin (patung) Dewi Kwan Im dengan Kim-sin Kwan Kong (Dewa Kejujuran) yang merupakan simbol kepahlawanan Bangsa Han (ras asli Tionghoa) hampir di semua Klenteng di Tiongkok dan pusat-pusat kebudayaan Tionghoa di seluruh dunia, tidak terkecuali Klenteng-klenteng di Indonesia.

September 3, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (012)

Religi Tiongkok dan Eropa.

Oleh : KH. Agus Miftach
Masuknya Buddhisme pada abad ke-3 SM ke daratan Tiongkok, tidak dengan jalan perubahan dan perbedaan, namun mengikuti alur tradisi Konfusianisme, berdampak memperkuat eksistensi religiusitas tradisional Tionghoa. Perpaduan nilai-nilai agnostisisme Taoisme, Konfusianisme dan Buddhisme, menjadi sublimasi nilai kekayaan batin China yang disebut Sam Kauw (tiga agama tradisional) yang mewarnai kehidupan religi Klenteng-klenteng China di daratan Tiongkok dan seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.