Agama Samawi
Oleh : KH. Agus Miftach
Firman dari Allah diwahyukan melalui seorang utusan suci yang sudah dipersiapkan sejak masa kanak-kanak. Wahyu itu diterima utusan suci atau nabi suci berupa pengertian atau serangkaian kalimat suci yang muncul melalui fungsi transenden dan mendominasi seluruh proses psikologis, kognitif dan konatif, sehingga nabi suci tersebut semata-mata hanya berfungsi sebagai alat Allah untuk memberikan petunjuk dan membimbing ummat manusia di jalan muttaqien dan tauhid (monotheistis) yang transenden.


