FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for October, 2004

October 29, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (019)

Agama Samawi


Oleh : KH. Agus Miftach
Firman dari Allah diwahyukan melalui seorang utusan suci yang sudah dipersiapkan sejak masa kanak-kanak. Wahyu itu diterima utusan suci atau nabi suci berupa pengertian atau serangkaian kalimat suci yang muncul melalui fungsi transenden dan mendominasi seluruh proses psikologis, kognitif dan konatif, sehingga nabi suci tersebut semata-mata hanya berfungsi sebagai alat Allah untuk memberikan petunjuk dan membimbing ummat manusia di jalan muttaqien dan tauhid (monotheistis) yang transenden.

October 24, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (018)

Sodom dan Amurah.


Oleh : KH. Agus Miftach
Sikap mental dan perilaku sebagian besar penduduk kedua kota yang dalam Kitab Perjanjian Lama disebut Sodom dan Gomorah itu merefleksikan ketidakseimbangan ketiga fungsi psikologis tsb, dengan lebih didominasi das Es yang menampilkan perilaku seksual yang impulsive dan menyimpang yang dalam Al-Qur’an disebut faahisyah

October 8, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (017)

Herakleitos dan Konsep Hijrah.


Oleh : KH. Agus Miftach
Pandangan Herakleitos sejalan pula dengan pandangan Sidharta Gautama dari India dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Sidharta yang disebut pula Sakyamuni Buddha mengajarkan pemahaman hakekat perubahan kehidupan dari sejak lahir, usia muda, usia tua dan kematian. Pemahaman itu untuk mencapai Nirbana suatu konstansi akhir yang selaras dan sempurna. Sementara filsuf Tiongkok terbesar Khong Hu Chu percaya bahwa segala pertentangan dan kontradiksi adalah proses menuju harmonisme.

October 1, 2004

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (016)

Paganisme awal di Indonesia


Oleh : KH. Agus Miftach
Jawa itu mirip agama Wu di Tiongkok purba, 30 abad sebelum masehi. Paganisme Jawa primitif itu berbentuk penyembahan kepada hantu, arwah dan jiwa semua benda (animisme dan pantheisme). Maka terbentuklah mite-mite yang membentuk tempat keramat dan ritualitas tertentu, yang lebih merupakan refleksi ketakutan manusia terhadap kekuatan semesta alam dan kekuatan supra natural yang tidak tampak.