Agama dan Sumber Peradaban

Oleh : KH. Agus Miftach
Tolak ukur kesamaan bukan pada syari’at, custom atau habit yang menjadi domain etnosentrisme budaya masing-masing, tetapi pada kwalitas iman yang memiliki satu nafas. Maka siapa saja dari golongan Islam, Yahudi, Kristen dan selain itu (Shobi’ien) seperti para filsuf dan para ilmuwan yang berbuat kebajikan yang benar-benar beriman, Allah akan rnembalasinya dengan kebahagian akhirat bersama-Nya. Maka tidak akan ada penindasan, perang dan terror atas nama ideology, agama dan tuhan.



