FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for April, 2005

April 28, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (040)

Agama dan Sumber Peradaban


Oleh : KH. Agus Miftach
Tolak ukur kesamaan bukan pada syari’at, custom atau habit yang menjadi domain etnosentrisme budaya masing-masing, tetapi pada kwalitas iman yang memiliki satu nafas. Maka siapa saja dari golongan Islam, Yahudi, Kristen dan selain itu (Shobi’ien) seperti para filsuf dan para ilmuwan yang berbuat kebajikan yang benar-benar beriman, Allah akan rnembalasinya dengan kebahagian akhirat bersama-Nya. Maka tidak akan ada penindasan, perang dan terror atas nama ideology, agama dan tuhan.

April 22, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (039)

Maulid


Oleh : KH. Agus Miftach
Begitu banyak tanda-tanda kebenaran telah ditunjukkan RasuIuIIah SAW, tetapi orang-orang munafik tidak mampu melihatnya, mereka terombang-ambing diantara mitos masa IaIu dan realitas perubahan zaman, akibatnya mereka tidak pernah sampai pada pengertian yang sebenarnya. Mereka hidup dalam Gestalt kepalsuan tanpa dasar kebenaran sama sekali.

April 15, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (038)

Pencarian Socrates


Oleh : KH. Agus Miftach
Pencarian Socrates telah dijawab dengan jelas oleh Rasulullah SAW dengan Revolusi Hijrah, yaitu revolusi monotheism yang membawa manusia kepada persentuhan yang terdekat dengan Zat Yang Esa, energi Tunggal arete, Kasih-Sayang yang terbesar, sumber segala kebajikan dan keutamaan yang tertinggi dalam Iingkup agnostic maupun transcendent, meliputi seluruh logika, ruang dan waktu serta diluar logika, diluar ruang dan waktu. Jika Socrates hidup dizaman Rasulullah ia tentu akan berkata bahwa alat untuk mencapal eudaimonia adalah Iman Tauhid kepada Allah Zat Yang Maha Esa.

April 7, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (037)

Heraclius dan Abu Sufyan


Oleh : KH. Agus Miftach
“Jika benar semua kata-katamu itu hai Abu Sofyan, maka dia akan memerintah sampai di kedua telapak kakiku berpijak saat ini. Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa ia akan lahir. Tetapi aku tidak mengira ia lahir diantara kalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya, walaupun sukar aku akan menemuinya dan akan kucuci kedua telapak kakinya”

April 1, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (036)

Gilgames Mencari Keabadian


Oleh : KH. Agus Miftach
Gilgames adalah raja kota Erekh atau Uruk di Babel Selatan yang berpetualang mencari kekekalan dalam arti agnostic. Ia mengunjungi seorang yang telah mencapai kekekalan bernama Up napistim yang seperti Atrahasis adalah padanan “Nabi Nuh” versi berhalaisme. Up-Napistim memberitahu Gilgames bahwa ia telah diperingatkan seorang dewa perihal akan datangnya air bah yang melanda dunia. Dewan para dewa mengambil keputuskan melenyapkan manusia dengan air bah karena keributan mereka dimuka bumi telah mengganggu istirahat para dewa-dewi.