FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for August, 2005

August 25, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (057)

Templars II


Oleh : KH. Agus Miftach
Templars, reformer agung Masonic itu ditangkap pada th.1307 atas perintah Raja Perancis dan Sri Paus. Ia di penjara di bawah tanah, tetapi tidak pernah dijelaskan akhir ajalnya. Namun demikian, pengaruhnya terus berlanjut dan berkembang radikal di seluruh Eropa pada abad-abad berikutnya, dan setelah berdirinya negara Amerika Serikat memperoleh kemajuan pesat di dunia. Templars adalah peletak dasar organisasi neo-Zionist “global-freemasonry” yang tersebar diseluruh dunia dewasa ini, tidak terkecuali di Indonesia, baik dalam bentuknya yang tampak maupun yang tidak tampak.

August 19, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (056)

Peradaban dan Kemerdekaan


Oleh : KH. Agus Miftach
Perlu dicatat bahwa strategi global-freemasonry dewasa ini justru mengindikasikan suatu perubahan besar di Indonesia, bahkan dengan merubah state-system kedalam bentuk baru. Proses reformasi, amandemen UUD, pemilu, pilkada, soal Aceh, terakhir masalah Papua mengisyaratkan sebuah rencana perubahan besar dikawasan ini. Bukan mustahil dalam proses 5 – 10 th kedepan ini NKRI akan bubar, dan berganti dengan state-system baru.

August 12, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (055)

Adam dan Peradaban


Oleh : KH. Agus Miftach
Ilmu pengetahuan positif menerima dalil, bahwa ‘keberadaan berasal dari ketiadaan, dan berakhir dengan kebinasaan’. Ternyata materialist-freemasory yang mendalilkan dirinya sebagai pendekar dan manifes ilmu pengetahuan positif, dalam filosofinya bertentangan dengan ilmu pengetahuan positif. Menurut faham freemasonry alam semesta adalah keseluruham energi dengan tidak ada permulaan atau akhir. Segalanya dilahirkan dari keseluruhan energi ini, berkembang dan sekarat, tetapi tidak pernah secara total menghilang.

August 5, 2005

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (054)

Teori Freemasonry dan Big Bang


Oleh : KH. Agus Miftach
Seorang pemikir atheis Anthony Flew bahkan menyatakan : “Stratonician atheis harus dipermalukan oleh cosmological consensus jaman ini yang menyediakan suatu bukti ilmiah, bahwa semesta alam memiliki permulaan”. Dan dengan sendirinya memiliki pengakhiran. Bukti ini juga memastikan bahwa semesta alam tidak terjadi dengan sendirinya melainkan tercipta melalui “perubahan dan gerak” yang menjadi dasar hakekat “keberadaan” dan “kebinasaan”.