FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for May, 2006

May 26, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (093)

Peradaban Materialisme


Oleh : KH. Agus Miftach
Mereka menganggap sebagai kemenangan material atas dominasi pemikiran ideologis sebelumnya. Padahal jika ditelusur benar, maka akar kemajuan China terletak pada perubahan kesadaran/pemikiran kalangan elite China yang mengambil keputusan liberalisasi ekonomi dengan tetap memiliki spirit tradisional China yang ternyata dapat tetap mempertahankan keutuhan China yang modern dengan ekonomi Liberal.

May 19, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (092)

Bilderburg


Oleh : KH. Agus Miftach
Bilderburg sudah beroperasi di Indonesia sejak zaman Hindia Belanda dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Situasi negara yang tidak menentu sekarang ini, bukan mustahil bersumber dari persepsi yang salah atau ketidakfahaman dari pemimpin negara dalam menanggapi aktivitas tingkat tinggi Bilderburg, dan ekstremisme agama yang merebak akhir-akhir ini yang kemudian menciptakan kutub-kutub keras yang kontra produktif dan menjerumuskan.

May 12, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (091)

Perang Sepanjang Masa


Oleh : KH. Agus Miftach
Perang antara bangsa Israel dan bangsa Palestina sudah terjadi sejak 3000 th yang lalu. Perang besar pertama terjadi pada th. 1010 SM yang menewaskan Saul, Raja Israel pertama dan Yonatan, Putra Mahkotanya. Perang besar kedua terjadi pada th. 1000 SM, ketika Raja Israel Daud menyerbu lembah Edom, mengkhianati persahabatan dengan bangsa Palestina yang memberinya vassal Hebron dan mendukungnya merebut Yerusalem. Sejak itu, maka sejarah Israel dan Palestina adalah sejarah peperangan tanpa akhir hingga di masa sekarang.

May 5, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (090)

Peradaban Judeo-Griko


Oleh : KH. Agus Miftach
Meskipun Pancasila juga berasal dari peradaban Judeo-Griko, tetapi sudah menjadi milik bangsa kita. Bagi Ummat Islam sudah merupakan aqad mu’ahadah al-ijtima’iyyah (kontrak sosial) yang melahirkan Bangsa Indonesia, maka wajib mempertahankannya. Kekeliruan dalam mengamandemen UUD 1945 menjadi bentuk UUD seperti sekarang ini harus segera disadari elit bangsa agar kita tidak terjerumus kedalam kehancuran.