FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for August, 2006

August 25, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (106)

Runtuhnya Al-Andalus

Oleh: K.H. Agus Miftach


Bagi kaum Yahudi, sorga bukan bersifat transenden atau imaginatif, melainkan bersifat kongkret dalam peradaban dunia materiil. Oleh karena itu mewujudkan imitatio-dei (keadaan serupa sorga) di muka bumi ini melalui kerja keras dan pengejaran keuntungan duniawi jauh lebih penting daripada beradu mubahalah dengan orang-orang Islam tentang sorga yang transenden itu.

August 18, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (105)

Seminar di Ponpes Al-Hikam

Oleh: K.H. Agus Miftach


Melihat kondisi perekonomian di negara-negara bekas Uni Sovyet yang masih labil, besar kemungkinan 13 ribu hulu ledak nuklir itu memasuki pasar gelap dan masuk ke Timteng, dan besar kemungkinan Iran, Syria dan Hezbollah memilikinya. Apa yang terjadi jika Hezbollah mengganti hulu ledak rudalnya dengan hulu ledak nuklir? Inilah hal yang paling di takutkan Israel dan AS. Dan ini pula alasan mereka berusaha membasmi Hezbollah, walau tidak berhasil. Tetapi “Illuminati-Freemasonry” justru menginginkan itu terjadi, karena akan menjadi tool menuju “Novus Ordo Seclorum” yang mereka cita-citakan.

August 11, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (104)

Ancaman Perang Nuklir

Oleh: K.H. Agus Miftach

Kalau kita menyimak secara seksama, maka sesungguhnya Israel dan Amerika Serikat berada dalam kepanikan dan kekhawatiran yang tinggi terhadap kemampuan militer Hezbollah dengan rudal-rudalnya yang ternyata mampu menjangkau hampir semua wilayah Israel. Sejak bubarnya Uni Sovyet, di dunia banyak terdapat hulu ledak nuklir yang tidak terkontrol. Diperkirakan tidak kurang dari 13 ribu hulu ledak nuklir yang tidak begitu terkontrol yang tersebar di negara-negara bekas Uni Sovyet yang sebagian diyakini telah menyebar pula ke Timur Tengah.

August 4, 2006

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (103)

Negara Israel dan Palestina

Oleh: K.H. Agus Miftach

Minggu 30 Juli 2006, pesawat Israel mengebom kota Qana yang menewaskan sedikitnya 54 penduduk sipil, 37 diantaranya anak-anak. Kekejaman ini menggambarkan immoralitas Israel yang bertentangan dengan rasa kemanusiaan peradaban dunia modern. Dengan korban Qana ini, maka sedikitnya serangan Israel sejak 12 Juli 2006 ke Lebanon telah mengakibatkan 750 korban tewas dan lebih 2000 orang terluka.