Materialisme yang Rapuh
Oleh: K.H. Agus Miftach
Menurut para cendekiawan materialis, kehidupan akhirat tidak ada, itu hanya dogma yang menjadi candu bagi manusia. Kehidupan seluruhnya adalah sebagaimana kenyataan yang dialami manusia di dunia ini. Mereka menolak total harapan masa depan transcendental di sorga atau institusi religius dari kuasa-kuasa gaib yang tidak dikenal. Bagi mereka dunia (alam semesta) bersifat abadi. Sorga dan neraka ada di dunia ini dan manusia dapat mencapainya tanpa perlu agama, melainkan melalui prinsip-prinsip kebebasan, persamaan dan persaudaraan (liberte, egalite dan fraternite), demokrasi dan sekulerism yang hakekatnya melepaskan manusia secara total dari religiusitas.



Spanyol dibersihkan dari orang Islam dan orang Yahudi dengan program Inkuisisi Spanyol yang berdarah-darah itu. Tidak kurang dari 70.000 orang Yahudi dipaksa masuk Kristen (Katolik). 13.000 Yahudi di bunuh, 130.000 di usir, 50.000 diantaranya mengungsi ke kerajaan baru Islam Turki Utsmanyah yang disambut baik. Sepanjang abad 15 orang-orang Yahudi di usir dari seluruh Eropa Barat, akibatnya terus bergeser ke Timur ke wilayah Turki Ustmany di mana mereka mendapatkan perlindungan dengan baik. Di bawah imperium Islam, kaum Yahudi tidak pernah mengalami pembantaian seperti yang dialami orang-orang Yahudi di kawasan Eropa lainnya (Karen Arsmtrong, 2000).