FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for April, 2007

April 30, 2007

Hawa, Rusuk Adam, dan Orang Madura

Oleh : Djoko Edhi Abdurrahman
Tahun 1987 saya melakukan penelitian di Pulau Madura, Jawa Timur, kampung halaman saya. Hipotesis yang harus dijawab penelitian, apakah tradisi Carog (berkelahi sampai mati menggunakan senjata clurit) di Pulau Madura untuk memuliakan wanita? Elaborasi penelitian itu, tidak saja menyangkut persepsi, data tragedi, melainkan juga simbol. Hukum adat tak tertulis di Madura, punishment untuk laki-laki yang mengganggu isteri orang, adalah dibunuh. Sampai kini, adat tersebut terpelihara dengan rapi jali. Prinsipnya, tak ada wanita yang serong jika tak digoda oleh laki-laki.

April 27, 2007

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (134)

Frederick dan Kamil


Oleh : KH. Agus Miftach
Kisah Perang Salib al-Kamil dan Frederick ini menggambarkan bahwa mustahil untuk memberikan ruang gerak satu sama lain antara Islam dan Barat (Kristen Eropa). Reaksi buruk yang dialami oleh al-Kamil dan Frederick memberikan arti bahwa tidak ada kemauan yang sungguh-sungguh dari keduabelah pihak untuk hidup berdampingan secara damai. Trauma psikologis ini terjadi sejak agresi jahat Perang Salib I th. 1099, yang kemudian berakhir dengan kehancuran Pasukan Salib oleh Pasukan Islam pimpinan Shalahuddin al-Ayyubi pada Perang Salib III th. 1187.

April 20, 2007

Foto : Tamu Pengajian TWU 133 - Elza Syarif

Elza Syarif (Pengacara & Ketua Hanura) hadir sebagai pembicara tamu pada pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke 133 tanggal 20 April 2007.

April 20, 2007

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (133)

Persahabatan Muslim dan Yahudi


Oleh : KH. Agus Miftach
Ketika Shalahuddin al Ayyubi atau terkenal dengan Shaladin, panglima besar pasukan Islam, berhasil mengalahkan pasukan salib dan membebaskan Yerusalem pada Perang Salib ke III abad 12 (th. 1187) melalui kemenangan yang gemilang di medan perang Hattin yang dahsyat dan bersejarah itu, kaum Yahudi diseluruh penjuru dunia mengelu-elukan Shaladin yang disebutnya sebagai seorang Cyrus baru, kaisar Parsi yang mensponsori pembangunan kembali Baitul Maqdis pada th. 538 SM, dan merangsang kebangkitan Zionisme baru dengan semangat jihad yang luhur.

April 14, 2007

Diskusi Nasional Sehari LSM Abdi Lestari - April 2007

LSM dan Dana Asing


Oleh : KH. Agus Miftach
Di Indonesia ribuan pondok pesantren yang merupakan bentuk sublimasi Islam yang menjadi penyangga kebudayaan bangsa adalah jaringan tradisional LSM yang kokoh. Disamping itu terdapat tidak kurang 350 LSM berbadan hukum diseluruh Indonesia dan ribuan lainnya yang tidak berbadan hukum. Kita mendukung semua LSM yang merupakan refleksi peadaban bangsa dan peradaban umat manusia.

April 14, 2007

Toleransi Islam dan Konsep Jihad

Oleh : Maulana Ataul Mujeeb Rasheed - Imam Masjid London UK
Ajaran luhur Islam berkaitan dengan konsep Jihad di masa kini telah terdistorsi secara total. Jihad pada dasarnya adalah upaya memperbaiki amal saleh dan berjuang melawan godaan setan. Jihad yang dilakukan sepanjang umur demikian merupakan Jihad paling akbar. Bentuk Jihad yang lebih kecil adalah berperang dalam rangka membela diri terhadap mereka yang berupaya memunahkan kaum mukminin dan memupus agama dari muka bumi. Bahkan dalam keadaan demikian itu pun Islam telah memberikan ajaran yang cantik dan berperikemanusiaan.

April 13, 2007

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah (132)

Perang Salib I


Oleh : KH. Agus Miftach
Pasukan salib itu membantai 30 000 penduduk Yerusalem, membunuh semua orang Turki yang mereka temui. 10.000 muslim yang sesuai tradisi aman berlindung di atap Al-Aqsha dibantai secara brutal. Orang-orang Yahudi dikumpulkan di Sinagoga lalu dibantai. Hampir tidak ada yang selamat. Para pendeta Kristen tanpa malu merampas dan menjarah harta. Jalan-jalan bersimbah darah setinggi mata kaki hingga ke lutut dalam arti sebenarnya, potongan kepala, tangan dan kaki berserakan dimana-mana.

April 5, 2007

Foto : Dialog Kebangsaan ke II

.

April 5, 2007

Pidato Pembukaan Dialog Kebangsaan II - 2007

Demokrasi dan Kebangsaan untuk mewujudkan Harapan Rakyat


Oleh : KH. Agus Miftach
Adalah suatu kenyataan bahwa demokrasi yang kita jalankan kurang berpijak pada dasar ideologi kebangsaan dan tidak memiliki agenda yang pasti dalam mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial. Konstitusi yang buruk ditambah dengan karakteristik pimpinan pemerintah yang inkonsisten dan selalu dalam keraguan, menjadi salah satu faktor melambatnya pertumbuhan dan kemerosotan hampir disegala bidang. Sistem politik yang kita anut, yaitu Demokrasi tanpa Liberal Constitution yang legal dan tanpa spirit Nasionalism, melahirkan kebebasan tanpa visi yang mengakibatkan merebaknya hedonisme dan kleptokrasi yang mendorong rakyat kita terjerumus kedalam anarkhi dan vandalisme.

April 5, 2007

Foto : Peresmian Koperasi TKI

.