FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for March, 2008

March 28, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah 172

Makna Beragama


172-MartinLuther.jpg

Oleh : KH. Agus Miftach
Agama sesungguhnya belum berakhir, dalam impersonalitas masyarakat konsumerisme liberal, agama masih mewariskan idealisme etik (ethical ideal) yang betapapun masih mampu menjadi personality guide bagi setiap individu. Sekurangnya ini menolong individu agar terhindar dari tindakan pragmatis buta. Betapapun pada tahap ini agama telah tertekan dan surut kedalam kehidupan privat. Bukan lagi sebagai social–mainstream melainkan hanya sebagai personality guide.

March 26, 2008

Sindo : Gerakan Transnasional Masih Bisa Ditoleransi


sindo.jpg

Gerakan transnasional yang mengusung ideologi asing di Indonesia masih bisa ditoleransi sepanjang tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila, UUD 1945, serta otoritas agama. Hal itu diungkapkan Ketua Umum BPP-FPN Agus Miftach dalam sambutan tertulis pada dialog kebangsaan V, ’’Sikap Negara terhadap Gerakan Transnasional’’ di Jakarta malam tadi. Dalam kesempatan itu, turut hadir Deputi Sekretaris Wapres Bidang Kesejahteraan Azyumardi Azra, Direktur Fasilitasi Organisasi Politik dan Kemasyarakatan Ditjen Kesbang Pol Depdagri Suhatmansyah, Bupati Karanganyar Rina Iriani, Bupati Sragen Untung Wiyono, serta seluruh pengurus BPP-FPN.

March 25, 2008

Antara : FPN: Gerakan Transnasional yang Tak Bertentangan Pancasila Masih Ditolelir


“Daya tarik ideologi asing ini lemah, namun manipulasi simbol-simbol agama dapat menyentuh emosi umat tradisional kepada harapan-harapan transenden yang khayali yang dapat melahirkan spirit perlawanan dogmatis yang nihilis. Peluangnya justru timbul jika pemerintah tidak berhasil dalam kebijakan sektor pembangunan ekonomi yang melemahkan posisi rakyat, dengan terus meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin,” katanya.

March 23, 2008

Pidato Pengantar Dialog Kebangsaan V


DK5-gm-azra2.jpg

Proses politik dan proses ekonomi Indonesia selama dasawarsa terakhir ini sudah salah arah dan meninggalkan agregat dasar yang menjadi sumber kekuatan nasional, yaitu ideologi dan budaya nasional yang merepresentasikan kolektivisme entitas nasional yang bersifat unity in diversity (kesatuan dalam perbedaan yang harmonis). Equilibrium tertinggi dari multikulturisme bangsa kita yang hakiki dan menjadi basis kekayaan nilai kebangsaan yang tiada tara. Prinsip multicutur citizen yang menjadi identitas kebangsaan kita yang nyaris terkoyak-koyak oleh gerpol gerakan trans-nasional dengan ideology teokratis sektariannya yang konformitas dogmatis.

March 23, 2008

Undangan Dialog Kebangsaan V


FPN-logo.jpg

Front Persatuan Nasional :

Mengundang kehadiran Bapak/Ibu sebagai Pembicara/Peserta aktif dalam Dialog Kebangsaan ke V

Tema : Sikap Negara Terhadap Gerakan Trans-Nasional

Waktu : Senin, 24 Maret 2008 Pukul 08.30 s/d selesai.

Tempat : Aula Sonokeling - Manggala Wanabakti (Samping Gedung MPR), Senayan - Jakarta Pusat

www.persatuan.web.id

March 21, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah 171

Sikap Negara terhadap Gerakan Trans-Nasional


171-HTI-GM-JAI.jpg

Oleh : KH. Agus Miftach
Sepanjang tidak bertentangan dengan ideologi dan konstitusi negara serta tidak melawan otoritas negara, maka berbagai ideologi franchaise itu masih bisa ditolerir. Tetapi jika sudah sampai pada tahap ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi teokrasi sektarian, merobah bentuk negara kebangsaan menjadi negara agama dari sekte tertentu, tentu tidak dapat kita tolerir lagi. Karena itu berarti pengkhianatan terhadap negara Republik Indonesia.

March 16, 2008

TOR Dialog Kebangsaan ke V

“Sikap Negara terhadap Gerakan Trans-Nasional”

FPN-logo.jpg

Dialog Kebangsaan ke V ini ingin mengingatkan semua pihak bahwa kita masih dan akan tetap berpijak pada bentuk nation-state modern dengan ideology kebangsaan Pancasila. Indonesia bukan teokrasi atau semi teokrasi dengan menjadikan visi keagamaan yang konformitas dogmatis sebagai politik negara. Itu suatu penyimpangan yang harus diluruskan dan dikembalikan kepada sumber yang benar yaitu Negara Pancasila.

March 13, 2008

Live di TVRI : Sikap Negara Terhadap Gerakan Trans-Nasional


tvri-logo.jpg

Saksikan live dialog KH. Agus Miftach di TVRI hari Senin 17 Maret 2008 Pukul 12.30 - 13.00 dengan topik Sikap Negara Terhadap Gerakan Trans-Nasional. (Dialog ke 6)

March 11, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah 170

Modernitas dan Keragaman

Disampaikan di depan Majelis Gereja Methodist Indonesia

170-gm.jpg

Oleh : KH.Agus Miftach
Itulah sebabnya maka dalam masyarakat modern yang bercorak konsumerisme liberal terdapat impersonalitas yang tidak dapat diselesaikan melalui proses sosial politik. Itulah ruang agama, ruang transenden-function yang harus diisi dengan nilai-nilai spiritualitas. Tentu harus komplementer dengan tingkat perkembangan zaman. Kita tidak dapat menempatkan nilai-nilai mitologi purba dan ritualitas tradisional kedalam God Spot manusia liberal dengan ideologi realisme-nya, tetapi kita harus menempatkan spiritualisme dalam bentuk logos rasional yang komplementer.

March 7, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah 169

Empat Puluh Hari wafat Pak Harto


40hari-gm.jpg

Oleh : KH. Agus Miftach
Inilah Zaman Kerta, zaman gemah ripah loh jinawi, yang belum pernah dicapai dalam masa kepemimpinan Presiden yang manapun. Sudah barangtentu dengan tidak menutup mata terhadap kekurangan yang ada. Jikalau ada pengorbanan untuk zaman ini, pengorbanan itu tidak sia-sia. Maka, sesungguhnya gelar BAPAK PEMBANGUNAN bagi Pak Harto, tidak berkelebihan.