FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for December, 2008

December 26, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-202

Post Modernisme (Bagian ke IV)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 26 Desember 2008, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Postmodernisme memberikan sinyal yang kuat agar kita melihat prospek kedepan secara tajam, agar kita dapat menempatkan posisi yang equal dalam dunia yang berubah. Islam memiliki segalanya untuk mencapai puncak peradaban dunia sepanjang masa. Tetapi umat Islam sering terjerumus dan tertipu dengan sikap-sikap jahil yang sangat merugikan. Lihatlah sejarah khulafa’ur-rasyidin, tiga dari empat khalifah Rasulullah mati dibunuh. Cahaya Umayyah, khalif Umar bin Abdel Aziz mati di racun; Bintang Abbasiyyah khalif al-Muhtadi Billah dikudeta dan dibunuh dengan kejam; Farag Fouda pemikir Islam modern Mesir dibunuh kelompok Jama’ah Islamiyah.

December 20, 2008

[ANTARA] Lia Eden dan Perennialisme

ANTARA News Logo
Perennialisme artinya mundur ke belakang, ke sumber baku yang merupakan prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada jaman kuno dan jaman aksial atau abad pertengahan yang dianggap sebagai kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.

December 20, 2008

Perenialisme Dan Lia Eden

(Disampaikan didepan Majelis Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke 201, Jum’at, 19 Desember 2008)

Oleh K.H. Agus Miftach

……. langkah preventif Polda dapat dimengerti dalam spectrum yang lebih luas. Namun sebagai warganegara Lia Aminuddin memliki hak-hak hukum yang melekat pada dirinya yang harus dihormati semua pihak, termasuk hak untuk berkhayal apa saja.

December 19, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-201

Post Modernisme (Bagian ke III)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 19 Desember 2008, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Nietzsche berpendapat satu-satunya kebenaran nyata adalah Kehendak akan Kuasa. Maksudnya manusia hanya bisa menciptakan kebenaran bagi dirinya sendiri yang berguna dan membantu manusia melestarikan diri sebagai spesies. Pada dasarnya apa yang disebut sebagai pengetahuan dan kebenaran hanyalah perangkat efektif, bukan entitas transenden. Itu semua (termasuk agama) hanya konsep-konsep ciptaan manusia.

December 12, 2008

[ANTARA] FPN Usulkan Penurunan Harga Premium Jadi Rp3.500 per Liter

ANTARA News Logo
Dengan harga premium Rp3.500/liter, maka akan menghidupkan kegiatan sektor riil dan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga perekonomian domestik akan tumbuh pesat yang sekaligus dapat mencegah dampak krisis ekonomi global berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri yang mengandalkan bahan baku impor dan berorientasi ekspor.

December 10, 2008

Pidato Pengantar Dialog Akhir Tahun 2008

Pidato Pengantar Dialog Akhir Tahun 2008
“Diantara Pasar Bebas dan Ideologi Kebangsaan”
Oleh : Ketua Umum Front Persatuan Nasional KH. Agus Miftach;
Manggala Wanabakti, 11 Desember 2008.

KH. Agus Miftach.
Bismillahirrahmanirrahiem,
Assalamu’alaikum War. Wab.
MUKADDIMAH,…
Yang terhormat, para pembicara, panitia dan segenap peserta dialog.
Di akhir tahun 2008 ini dunia diguncang oleh krisis ekonomi. Tentang sebab-sebab krisis itu telah diungkapkan secara rinci […]

December 9, 2008

Undangan Dialog Akhir Tahun 2008

Kepada, yth :
Pemimpin Redaksi Media Cetak/Elektronik,
Di – JAKARTA.

Assalamu’alaikum War. Wab.

Kami mengharap kehadiran saudara pada acara :

DIALOG AKHIR TAHUN 2008

Waktu : 11 Desember 2008, 08.30 wib s/d selesai
Tempat : Aula Sonokeling, Manggala Wanabakti, Senayan - Jakarta Pusat
Tema : Diantara Pasar Bebas dan Ideologi Kebangsaan
Pembicara :
1. H. Akbar Tanjung, (mantan Ketua DPR RI),
2. Jend (Pur) Agum Gumelar (mantan Menhub)
3. Marzuki Ustman (mantan Menhut),
4. KH. Agus Miftach (Ketua Umum FPN)
5. Marzuki Darusman (mantan Jakgung)

December 4, 2008

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-200

Post Modernisme (Bagian ke II)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 05 Desember 2008, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Maka secara ekonomik otoritas individu harus lebih supreme dari otoritas-otoritas non-personal. Ini tentu akan merubah tatanan konvensional, menuju sebuah tatanan baru, yang memang sudah didengungkan sejak kepresiden Bill Clinton,”Novus Ordo Seclorum” Tata Dunia Baru, dan Obama melanjutkannya dengan pernyataan,”E Pluribus Unum”, Keragaman dalam Orde yang Tunggal, pada Pidato 27 Juli 2004. Itu adalah puncak-puncak semboyan Illuminati-Freemasonry.