FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for January, 2009

January 30, 2009

Berita Duka : Ahmad Supardja

1229051203_3f28a9ba0f_oIna lillaahi wa inna ilaihi roji’uun.

Ketua Umum, keluarga dan segenap keluarga besar Front Persatuan Nasional dan Jama’ah Wahdatul Ummah mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya, atas wafatnya Bapak Ahmad Supardja (54 th), Kamis 29 Januari 2009, akibat kecelakaan Helikopter PAS di Pondok Cabe….

January 29, 2009

FPN: Harga BBM Baru Harus Diikuti Penurunan Tarif Umum

ANTARA News Logo Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM ) dalam negeri harus segera disertai turunnya harga-harga jual produksi hulu dan hilir yang memiliki basis komponen BBM seperti listrik, telekomunikasi dan transportasi, agar dapat membangun daya tahan perekonomian nasional, ditengah resesi yang masih akan berlangsung sekitar 2-3 tahun kedepan, kata Ketua Umum Front Persatuan Nasional (FPN) KH Agus Miftach

January 26, 2009

Pidato Pengantar Dialog Awal Tahun 2009

Diantara Kecukupan Modal Dan Lapangan Kerja

(Disampaikan pada acara Dialog Awal Tahun 2009 tanggal 28 Januari 2009)

Oleh K.H. Agus Miftach

Ambil contoh pabrik rokok dan jamu yang berbasis bahan baku dan pasar dalam negeri, kini merupakan produk yang paling solid dan memberikan kontribusi ketahanan ekonomi nasional. Sekumpulan orang yang ingin memanipulasi lembaga agama tertentu yang ingin mengharamkan rokok merupakan kegilaan yang tidak perlu digubris. Agama Islam jelas tidak mengharamkan rokok, melainkan hanya makruh saja.

January 26, 2009

Undangan Dialog Awal Tahun 2009

Front Persatuan Indonesia mengundang Anda untuk menghadiri DIALOG AWAL TAHUN 2009.

Waktu : Rabu, 28 Januari 2009, 08.00 wib s/d selesai
Tempat : Aula Sonokeling, Manggala Wanabakti, Senayan - Jakarta Pusat
Tema : Diantara Modal dan Lapangan Kerja
Pembicara :
1. H. Akbar Tanjung, (mantan Ketum Partai Golkar)
2. Prof. HS. Dilon
3. Dr. Muh. Jumhur Hidayat
4. Dr. Mathius Mangentang

Atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum War. Wab,

K.H. Agus Miftach

January 22, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-206

Perang Israel vs Hamas (Bagian IV)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 23 Januari 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Perang yang mencuri waktu menjelang pelantikan Presiden Barack Hosein Obama, artinya dalam kevakuman masa transisi Gedung Putih, memang berhasil mencuri kesempatan yang menguntungkan bagi industry militer dan industry perminyakan secara terbatas. Meskipun tidak berhasil mendongkrak harga minyak, karena tingkat resesi yang cukup parah, tetapi berhasil menahan kejatuhan lebih parah harga minyak dunia.

January 16, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-205

Perang Israel vs Hamas (Bagian III)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 16 Januari 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Ini benar-benar kondisi yang diinginkan oleh Hamas dan Israel. Jadi apakah Syeikh Yassin dan Abu Shanab benar-benar terbunuh atau sengaja dibunuh untuk tujuan politik menaikkan citra Hamas agar menang Pemilu ? Di Timur Tengah semuanya bisa terjadi. Di negeri asal-usul Tuhan Semit itu, tuhanpun bisa dikalahkan seperti dalam kisah Marduk dan Yahweh, apalagi PLO.

January 9, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-204

Perang Israel vs Hamas (Bagian II)

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 09 Januari 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Jadi siapa yang diuntungkan dalam perang ini? Nampaknya semua pihak yang terlibat, mulai dari produsen senjata di Rusia dan US, kreditor di Eropa Barat dan US, para arsitek perang Israel dan Hamas dan kelompok ekonomi pendukung Hamas dan partai yang berkuasa di Israel. Yang jadi korban sudah tentu mereka yang tewas dan terluka dari kedua belah pihak.

January 1, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-203

Perang Israel vs Hamas

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 02 Januari 2009, pukul 19.00 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Tetapi benarkah ini perang seperti yang tampak ? Karena perang Hamas vs Israel itu dapat memperbaiki posisi industri militer dan harga minyak. Dua hal yang Presiden Obama dan kaum posmodernis ekonomi ingin melepaskan diri. Presiden Obama bertekad membebaskan AS dari tirani minyak dan membebaskan dunia dari industri militer yang berkelebihan. Perang ini dapat mereposisi industri militer dan minyak pada posisi tawar yang menguat dalam percaturan ekonomi dunia. Artinya tatanan baru ekonomi yang diimpikan Obama dan para pendukungnya bisa kandas. Maka Barack Obama terdiam menyaksikan perang yang tidak menguntungkan arah pembaruan ekonomi yang diinginkannya ini.