FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for April, 2009

April 23, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-218

Moral Infaq dan Pilpres 2009

Oleh K.H. Agus Miftach

sby-at…PRINSIP akhlaqul-karimah itulah yang sama sekali tidak terlihat dalam proses politik akhir-akhir ini, apalagi dalam Pileg 9 April dan rangkaiannya yang berantakan. Pilpres mendatang nampaknya juga tidak melibatkan prinsip akhlaqul-karimah ini, melainkan semata-mata pragmatis-materialis yang sangat dangkal yang bahkan tidak sesuai dengan prinsip liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasaan, kesetaraan dan keadilan. Dalam pemilu Indonesia semua memanipulir dan mengeksploitir semua potensi yang ada secara pragmatis untuk kepentingannya sendiri. Suatu kesesatan yang tidak sesuai dengan prinsip moralitas Islam.[]

April 22, 2009

[Press Release] FPN Usulkan SBY-AT dan Minta Tuntaskan Kasus Pileg

Press Release, Jkt. 22/4/09

untitledMelalui Surat FPN tanggal 20 April 2009, Nomor 099/Ext/FPN/4-09, perihal Usulan Pasangan Capres-Cawapres yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat/Ketua Tim 9 Hadi Utomo, kami telah mengusulkan pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden, SBY dan AT (Akbar Tanjung) untuk dimajukan Partai Demokrat pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) mendatang. …Front Persatuan Nasional mengingatkan bahwa Pemilu hanyalah cara untuk mencapai tujuan. Cara dapat berganti dan berubah setiap waktu sesuai kebutuhan. Yang tidak boleh berubah adalah tujuan nasional dan cita-cita bangsa sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang harus kita capai dengan semangat persatuan, kerukunan dan gotong royong.[]

April 19, 2009

Press Release : Pilpres Tunggu Penyelesaian Kasus DPT Pileg



Laporan Bawaslu ke Mabes Polri atas berbagai tindak pidana pemilu yang diduga dilakukan oleh Ketua dan agggota KPU secara kolektif adalah tindakan yang tepat. Diharapkan Kapolri merespons sebagaimana mestinya searah dengan pidato Presiden SBY sebelumnya (16/4) yang mengisyaratkan perlunya tindakan tegas dan menyeluruh terhadap semua kasus pemilu yang dapat merusak legitimitas hasil Pemilu.[]

April 17, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-217

Filosofi Infak dan Peta Politik 2009

(Materi Pengajian hari Jumat Malam, tanggal 17 April 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach

1…Dari segi dukungan parpol SBY tampak lebih kuat dibanding Megawati. Dari segi popularitas SBY juga diatas angin. Boleh dikata diantara semua kandidat yang ada SBY paling electable. Diatas kertas SBY bakal terpilih lagi untuk masa jabatan yang kedua. Tetapi tidak semua kekuatan politik bangsa ada dalam koridor pemilu. Banyak kekuatan-kekuatan non-parpol yang berada diluar system politik. Mereka ini bermaksud menghancurkan system politik dengan sebuah revolusi perubahan social. Mereka ini kalangan-kalangan Islam fundamentalis yang militant namun relative kecil dukungannya yang memperjuangkan system khilafah yang masih absurd, dan kekuatan-kekuatan ultra-nasionalis serta kekuatan-kekuatan revolusioner kiri dalam berbagai bentuk LSM yang jumlah dukungannya juga kecil.

April 16, 2009

[Dialog Kebangsaan IX] Pengaruh Krisis Identitas Terhadap Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M. Atho’ Mudzhar
atho
Untuk mengatasi suatu konflik yang bersifat kelompok keagamaan atau komunal keagamaan, kita tidak boleh mengurut persoalannya dan berhenti pada faktor-faktor keagamaan saja, melainkan harus terus mengusut akarnya (core of conflict) yang mungkin sudah menjadi tersembunyi jauh di bawah sana. Core of conflict itu biasanya adalah marginalisasi ekonomi dan politik, atau lebih tepatnya penilaian diri dan perasaan termargialisasi secara ekonomi dan politik, meskipun dalam kenyataan obyektif belum tentu kelompok itu telah termarginalisasi. Tetapi perasaan termarginalisasi itu sudah cukup untuk menjadi pemicu konflik antar kelompok yang ada.


April 15, 2009

[Antara] FPN: Krisis Identitas Dapat Diatasi dengan Kesejahteraan

Ketua Umum Front Persatuan Nasional (FPN) KH Agus Miftach menilai krisis identitas yang melanda bangsa Indonesia, dapat diatasi dengan mengedepankan nilai kemakmuran dan kesejahteraan.

“Jika krisis identitas bersifat sosial, maka dapat ditengarai bahwa basis nilai-nilai sosial bangsa Indonesia secara mendasar tengah mengalami krisis yang dalam,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

April 13, 2009

Pidato Pengantar Dialog Kebangsaan IX

Agama Dan Krisis Identitas

(Disampaikan pada acara Dialog Kebangsaan ke IX tanggal 14 April 2009)

Oleh K.H. Agus Miftach


Tidak masalah jika kita tak lagi berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan tradisional beralih kepada nilai-nilai kemakmuran dan kesejahteraan semata yang bersifat sekuler-humanis. Tapi apakah kita berada di jalan itu ? Tidak juga ! Partai-partai politik masih memanipulasi simbol-simbol keagamaan tradisional dengan cara dan dampak yang semakin merusak.


April 9, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-216

Menyorot Pemilu 2009

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 10 April 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Bahkan, menurut pemimpin Gerakan Golput Sri Bintang Pamungkas, jika Golput mencapai 40 % saja ia akan mengklaim Golput sebagai pemenang Pemilu. Adalah tindakan sah jika kaum Golput datang ke gedung MPR dan membentuk parlemen disana, karena suara mereka yang terbesar. Ini artinya penyelesaian revolusiner. Belum tentu yang dikatakan Bintang benar, tetapi gejala revolusioner memang ada.

April 8, 2009

Undangan : Pengajian TWU 216

Front Persatuan Indonesia mengundang Anda untuk menghadiri Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke 216

Tema : Menyorot Pemilu 2009

Waktu : Jumat, 10 April 2009 pukul 19.30

Tempat : Permata Hijau AA/3, Jakarta Selatan (perempatan Carrefour Permata Hijau)

K.H. Agus Miftach

April 3, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-215

Infaq, Money Politik & Bencana Situ Gintung

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 03 April 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


Money politik menimbulkan mekanisme kejahatan bagi politisi yang menang, dimana ia akan berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya uang dengan cara apapun untuk mengganti pengeluaran dana yang dikeluarkannya untuk mencapai kemenangan. Artinya money politik menjadi pendorong kuat terus berlangsungnya praktek korupsi dan kleptokrasi.