FPN

Front Persatuan Nasional

Archive for May, 2009

May 28, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-223

Dinamika Politik Menjelang Pilpres 2009, ke V

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 29 Mei 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach

…Bayangan bakal terjadinya kekisruhan politik dilingkungan SBY itu sudah nampak dengan oposisi internal PKS, dan konflik kepentingan antar parpol-parpol yang berjumlah massal itu. Alih-alih menyusun langkah untuk memenangkan SBY-Budi, PKS dan Parpol-parpol itu sibuk menyusun personil untuk jabatan-jabatan yang mereka inginkan. Mereka menyusun cabinet, direksi BUMN dll seolah pemilu sudah usai dan SBY-Budi sudah menang. Padahal pertarungannya saja belum dimulai. Inilah hal-hal naïf yang membuat langkah SBY terhambat []

May 21, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-222

Dinamika Politik Menjelang Pilpres 2009, ke IV

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 22 Mei 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach

…Terdapat 49,6 juta Golput dan tidak memilih dalam Pileg 9 April lalu. Diyakini dalam Pilpres suara itu mayoritas akan memilih SBY-Budi. Mereka adalah kaum populis yang tidak ingin di makelari parpol. Mereka masyarakat independen yang percaya pada otoritas individual. Dalam post-modernism otoritas individual memang akan menjadi factor dalam perubahan social []

May 15, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-221

Dinamika Politik Menjelang Pilpres 2009, ke III

Syukuran HUT KH. Agus Miftach ke 53

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 15 Mei 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach


…Sudah tentu sikap pragmatis DPP PDIP belakangan menyulut kekecewaan banyak kalangan dalam internal PDIP, terutama para pendukung fanatic yang selama ini menganggap SBY dengan PD-nya adalah lawan ideologis. Meskipun secara teknis PDIP tidak dapat mengajukan Capres-Cawapres, banyak yang menyesalkan langkah pragmatis TK yang didukung Pramono Anung, Tjahyo Kumolo dan Puan Maharani itu. PDIP mestinya tetap dapat memfungsikan dirinya sebagai partai oposisi yang elegan dan terhormat.[]

May 14, 2009

[Press Release] PKS Menuntut Sesuatu yang Bukan Haknya

pks-2009PKS sebaiknya mencermati langkah-langkahnya agar mejadi partai yang dewasa. PKS adalah parpol yang memperoleh kemajuan pesat dalam Pileg 2004 dan 2009 ini, dan merupakan Parpol yang diperhitungkan karena kecepatannya dalam berkembang dan tumbuh sebagai parpol berbasis massa Islam yang terbesar saat ini. Tetapi perilaku politik PKS masih seperti partai kecil yang bernama Partai Keadilan dulu. Tugas parpol bukan hanya menjaring suara dalam Pemilu, tetapi lebih dari itu menjadikan dirinya sebagai wadah politik yang memperjuangkan aspirasi rakyat secara sehat serta mewujudkan hak-hak politik rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional serta cita-cita bangsa sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, dengan kematangan visi dan behavior, bukan sekedar berteriak-teriak menuntut ini dan itu yang ternyata bukan hak-nya.

May 11, 2009

[Press Release] Kasus DPT Presiden Tidak Bisa Cuci Tangan

foto3Presiden SBY sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan tidak bisa cuci tangan dalam kasus DPT yang menghilangkah hak suara 49,6 juta warga Negara. Presiden adalah penanggung jawab Pemilu tertinggi. Ini jelas pelanggaran konsitusi, hak azasi dan pelanggaran UU Pemilu itu sendiri. Oleh sebab itu Presiden harus mengambil tindakan tegas secara administratif dan hukum terhadap semua pihak yang bertanggung jawab.


May 8, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-220

Dinamika Politik Menjelang Pilpres 2009, ke II

(Materi Pengajian Hari Jumat Malam, tanggal 08 Mei 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)

Oleh K.H. Agus Miftach

…Peluang ini dibaca dengan baik oleh PDIP yang nampaknya pesimis dengan gagasan koalisi besar-nya yang ternyata hanya menjadi panggung para oportunis. Konon Taufik Kiemas telah mengadakan komunikasi efektif dengan SBY dan berhasil menyodorkan nama Prof. Boediono yang kini menjabat Gubernur BI untuk dipasangkan sebagai Cawapres-nya SBY, dengan bargaining position PDIP tidak mengajukan pasangan Capres-Cawapres, artinya Megawati tidak maju, dan berbalik mendukung pasangan SBY-Boediono.[]

May 1, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-219

Dinamika Politik Menjelang Pilpres 2009

Oleh K.H. Agus Miftach

sby-at…KALAU SBY berteguh hati untuk berpasangan dengan AT, diperkirakan pasangan SBY-AT akan menang satu kali putaran dengan perolehan suara sekitar 60-70 persen. Sejauh ini, Tim 9 menanti situasi yang kondusif, terutama berkaitan dengan pergolakan internal Golkar yang diharapkan akan menemukan solusi yang mengkerucut kepada 2 atau 3 nama Cawapres dalam rangka koalisi SBY, termasuk AT di dalamnya.[]