Historiograf Bani Israil
(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 28 Agustus 2009, pukul 17.00 WIB s.d. selesai)
Oleh K.H. Agus Miftach
…Ketika mereka kalah dalam pertikaian politik di Mesir, dan mereka terusir sebagai emigrant yang tak bertanah air, maka para tetua dan pujangga mereka mengarang kisah-kisah religious yang mensakralkan perjalanan pengusiran itu, dengan perubahan dan pembalikan fakta-fakta, seakan mereka adalah golongan yang benar yang menyeru Jalan Yahweh, sedangkan Fir’aun Meneptah I menolaknya, sehingga mereka menetapi takdir meninggalkan Mesir menuju tanah air teologis Yerusalem yang dijanjikan Tuhan Yahweh.[….]
Suatu tindakan razia terhadap symbol-simbol dan atribut Islam justru akan kontra produktif dan antiklimaks. Ini akan menimbulkan masalah baru yang mungkin justru lebih rumit dari masalah terorisme. Sikap aparat yang memperlakukan seakan Islam adalah agama teroris akan menimbulkan perlawanan yang signifikan. Oleh sebab itu FPN menyerukan agar razia polisi terhadap terorisme terukur dan bijaksana.
…Puasa bulan Ramadhan adalah satu ketentuan yang muhkamat, namun teknis pelaksanaannya menimbulkan perbedaan diantara dua faham, yaitu faham ru’yat (melihat hilal) dan faham hisab (perhitungan kalender). Kedua-duanya sah, yang paling baik kedua metode itu digabungkan menjadi ru’yat wal-hisab. Tetapi di Indonesia sering dipahami secara parsial. Inilah sumber perbedaan penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal. Meskipun sah, ini mengesankan adanya perpecahan. Bahkan ada kesan perbedaan ini sengaja ditonjolkan untuk menunjukkan otoritas masing-masing dalam semangat persaingan yang kurang sehat.[….]
…Tidak ada cara lain dalam keragaman budaya di Indonesia seperti keragaman peradaban dunia yang diuraikan didepan, maka langkah yang paling tepat bagi bangsa Indonesia menjelang HUT Proklamasi yang ke 64 ini ialah bersatu padu, memberikan dukungan kepada pemerintah dan alat-alat Negara untuk menumpas terorisme. Disamping itu penting dilakukan pembaharuan dakwah keagamaan yang modern dan moderat untuk mencairkan fundamentalisme yang putus asa itu [….]
Semangat Tauhid ini kiranya menyinari bangsa Indonesia menjelang HUT Proklamasi ke 64. Dengan segala kukarangan dan keberhasilan yang telah kita capai, hendaknya kita tetap bersatu sebagai bangsa. Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha dan Khonghucu akan memperkuat ke Indonesia-an kita yang memang didirikan atas dasar multikulturisme [….]