Agama di Sisi Allah dan di Hati Manusia
(Materi Pengajian Hari Jumat, tanggal 30 Oktober 2009, pukul 19.30 WIB s.d. selesai)
Oleh K.H. Agus Miftach
Kita memerlukan agama yang tumbuh dan berkembang kompelenter dengan perkembangan akal pikiran manusia. Kita memerlukan agama sebagai satuan duniawi yang menyertai kehidupan manusia sehari hari secara riil dan produktif berdasarkan kebutuhan obyektif dari suatu sosio-ekonomi yang terus berkembang. Dalam kaitan dengan hal ini perlu ada penafsiran baru terhadap rejim transenden, terutama menyangkut kehidupan diseberang kematian, yang ditolak para ilmuwan [….]
Pemeriksaan kesehatan dapat saja dilakukan, tetapi fit and proper test yang hanya kamuflatif itu kan tidak perlu. Ini wilayah hak prerogratif yang dapat dilaksanakan dengan sederhana dan efisien. Yang penting SBY mempertimbangkan aspek-aspek moralitas seperti dimaksud kedua ayat diatas. Meskipun banyak kekurangan dan banyak tantangan menghadang, tapi jika Pemerintahan terdiri dari orang-orang yang muttaqien, kita yakin akan keberhasilannya.[….]
Adanya (dugaan) Menteri yang ditunjuk Negara asing, merupakan sebuah skandal subversi yang menjatuhkan martabat bangsa. Lebih jauh hal itu merupakan intervensi terhadap kedaulatan nasional yang bertentangan dengan ideology dan konstitusi Negara. Skandal ini harus diusut tuntas, dan semua yang terlibat harus diadili sebagai pengkhianat bangsa. Perlu dipertanyakan apakah Presiden SBY secara sadar telah mengijinkan Negara asing tersebut menunjuk menteri dalam Kabinet SBY II, atau hanya dijerumuskan oleh konspirasi asing yang bekerja disekitarnya? […]
…dengan pemilih sekitar 60,80 % mestinya pasangan Presiden/Wapres SBY-Budi memiliki kekuatan dan legitimasi politik yang kuat untuk membentuk Zaken Kabinet atau Kabinet Kerja yang terdiri para professional terbaik untuk memberikan kondisi perekonomian dan sosial yang terbaik bagi Rakyat Indonesia. Bagi SBY yang merupakan masa jabatan terakhir, suatu keberhasilan yang maksimal penting untuk di raih agar dikenang oleh sejarah sebagai era kepemimpinan demokratis yang berhasil[…]
….siapa yang mati syahid dalam jalan ini, dia akan memperoleh kenikmatan syahwati yang sempurna dari Allah di syurga, seperti mahligai, makanan dan bidadari-bidadari yang akan melayani untuk kenikmatan syahwat kita. Inilah surga karangan Zoroaster abad ke 35 SM yang diadopsi oleh Ezra dalam Pentateuch abad ke 5 SM dan terus dipertahankan oleh para penulis Deutronomi diadopsi juga oleh Kristen dan Islam. Tetapi ada satu level surga ruhaniat yang lebih tinggi tingkatannya seperti disebut diatas, yaitu keridhoaan Allah bagi kaum yang berpikir [….]
Perang Badar memberikan pelajaran kepada kita bahwa kemenangan tidak hanya didasarkan pada keunggulan fisik-materiil, tetapi lebih substansiil, didasarka pada keunggulan batin, yaitu ideology yang mendasari perang itu. Dalam hal ini, kaum Muslimin mendasarkan peperangannya pada keyakinan akan kebenaran tauhid, meyakini kebenaran Risalah Muhammad saw dan meyakini kebenaran Allah swt sebagai Tuhan Semesta Alam. Mereka rela mati untuk itu semua.[….]
Pernyataan-pernyataan yang dilansir kedua oknum itu diberbagai Media Massa tidak menggambarkan posisi jabatan mereka dalam pemerintahan negara, tetapi lebih merupakan pernyataan politicking yang sengaja untuk menghancurkan kredibilitas dan wibawa lembaga kepolisian. Tidak ada yang salah dengan tindakan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang melakukan penyidikan terhadap beberapa oknum Pimpinan KPK […]