FPN

Front Persatuan Nasional

October 23, 2009

Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah ke-239

Kriterium Muttaqien

am
KH. AGUS MIFTACH
agus_miftach@yahoo.co.id

Assalamu’alaikum War. Wab.

Bismillahirrahmanirrahiem,

ali-imron16

alladziina yaquuluuna rabbanaa innanaa aamannaa faighfir lanaa dzunuubanaa waqinaa ‘adzaaba alnnaari

ali-imron17

alshshaabiriina waalshshaadiqiina waalqaanitiina waalmunfiqiina waalmustaghfiriina bial-ashaari

“(Yaitu) orang-orang yang berdoa “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksa neraka (16). (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan harta mereka (di jalan Allah), dan yang memohon ampunan pada waktu sahur (17).

Kita akan membahas kedua ayat ini dengan pendekatan eklektik-multiperspektif, baik dari perspektif teologi, antropologi, historiografi maupun psikologi dll, secara holistis dan komprehensif, agar dapat diperoleh pemahaman yang utuh dan menyeluruh serta hikmah yang setinggi-tingginya , Insya Allah.

239-hanung
Sutradara Hanung Bramantyo hadir di Pengajian ke 238, 16 Oktober 2009.

Pokok Bahasan

Ayat 16 mengindikasikan sifat-sifat orang bertakwa yang merendahkan diri, taat dan pasrah kepada Allah swt seraya mengikuti tuntunan Kitab Allah dan Rasul Allah dalam rangka menjalankan hukum dan syari’at Allah. Dengan akal dan nuraninya mengakui keberadaan dan kekuasaan Allah sebagai satu-satunya ilah, dan memohon pertolongan Allah bagi akal pikiran, batinnya dan agar dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Maka mereka menyatakan keimananya seraya mohon ampunan dan dijauhkan dari adzab. Yang dimaksud iman disini, meliputi iktikad, ucapan dan perbuatan. Jadi harus kongkret dan realistik, bukan sekedar pengakuan transenden saja.

Ayat 17, ringkas dan padat, berisi karakteristik orang beriman, yaitu Sabar, Benar, Taat, Manafkahkan harta di jalan Allah dan Beristighfar di waktu sahur.

Sabar disini dikatikan dengan kesungguhan dan keuletan serta ketabahan seseorang dalam menjalankan keyakinan ketauhidannya dengan keutamaan akhlaqul-karimah dan ilmu pengetahuan yang baik. Sedangkan Benar, adalah lurus dan jujur dalam menegakkan iman-tauhid yang dibuktikan dengan niat, perkataan dan perbuatan. Taat, disini dikatikan dengan ketundukan kepada hukum syari’at dan khusyu’ dalam ibadah.

Sedangkan Menafkahkan harta di jalan Allah, mengandung pengertian pengeluaran wajib karena tanggungjawab seperti biaya rumah tangga dan sunnah karena pengabdian, seperti bantuan untuk fasilitas umum dan peribadatan serta fakir-miskin. Beristighfar di waktu sahur, adalah sholat tahajjud di akhir malam, yang diikuti dengan bacaan istighfar dan do’a. Sholat Tahajjud adalah sholat sunnah yang utama dan dianjurkan karena dapat memperteguh iman tauhid dan membangun optimisme tanpa henti.
Rasulullah saw bersabda :’Tuhan kita yang Maha Suci dan Maha Tinggi, turun pada setiap malam ke langit dunia, pada waktu sepertiga akhir malam. Dia berfirman,’siapa yang berdoa’a kepadaku maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepda Ku Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun kepadaKu, maka Aku akan mengampuninya’. (HR. Bukhari-Muslim).

Upaya sungguh-sunguh

Tentu tidak mudah memenuhi semua kriterium itu, tetapi harus ada upaya kearah itu. Hasilnya mungkin tidak seratus persen, tetapi terdapat kecenderungan kearah kebaikan. Kecenderungan itu akan memberikan dorongan seluruh sikap mental dan perilaku kearah ketauhidan sebagaimana dimaksud kedua ayat. Disini diatur prinsip realistis, artinya iktikad ketauhidan yang harus dibuktikan dengan perilaku nyata dan produktif seperti visi kedua ayat diatas.

Maka menjadi muttaqien artinya menjadi insan yang produktif dan berakhlak karimah dengan mengutamakan nilai-nilai estetis dalam menolong sesama, terutama menolong kaum fakir-miskin. Syarat-syarat dan kriterium ketakwaan itu telah membekali seorang muslim menjadi pelaku kehidupan yang optimal dalam arti positif. Inilah substansi kedua ayat yang penting dan harus dipahami secara utuh. Hal-hal yang bersifat ritual tidak terlalu ditonjolkan dan lebih diutamakan makna produktifnya bagi kehidupan sesama yang menjadikan nilai ketauhidan memiliki makna yang nyata, bukan teologi yang nihilis.

Nilai transenden sebagai ciri agama-agama Semit memang melekat dalam makna kedua ayat, tetapi tidak dominan.

239-pelantikan
Presiden SBY dan Wapres Budiono dilantik MPR, 20/10/09.

Indonesia

Ketika naskah ini ditulis 20/10/09, Presiden SBY dan Wapres Budiono tengah dilantik oleh MPR untuk masa jabatan 2009-2014. Kita berharap kriterium muttaqien tsb ada dalam diri kedua pemimpin terpilih itu. Dengan demikian kita punya keyakinan Indonesia akan selamat dan sukses. Secara kritis kita dapat melihat sejumlah kelemahan yang melekat pada diri kedua pemimpin. Tetapi fakta bahwa rakyat telah memilihnya melalui pemilihan umum yang damai dan demokratis dengan segala kekurangannya, haruslah disertai dengan ekspektasi yang idealistik-realistik.

Pada masa awal ini SBY-Budiono juga tengah melakukan dramatisasi penyusunan kabinet yang banyak dikecam berbagai kalangan sebagai hal yang tidak perlu. Pemeriksaan kesehatan dapat saja dilakuan, tetapi fit and proper test yang hanya kamuflatif itu kan tidak perlu. Ini wilayah hak prerogratif yang dapat dilaksanakan dengan sederhana dan efisien. Yang penting SBY mempertimbangkan aspek-aspek moralitas seperti dimaksud kedua ayat diatas. Meskipun banyak kekurangan dan banyak tantangan menghadang, tapi jika Pemerintahan terdiri dari orang-orang yang muttaqien, kita yakin akan keberhasilannya.

sby-kabinet



Presiden SBY didampingi Wapres Budiono, mengumumkan susunan dan personalia Kabinet Persatuan Nasional ke II, tgl. 21 Oktober 2009, di Istana Negara, Jakarta.

Sejauh ini kabinet SBY jilid II yang tetap didominasi para pengurus parpol dikecam oleh banyak kalangan sebagia kabinet dengan pola penjatahan kursi parpol. Sementara kalangan professional terdiri dari orang-orang yang tidak dikenal prestasi dan reputasinya. Ini kabinet minimize dengan potensi konflik parpol yang tinggi. Jik dipaksakan kabinet ini mungkin hanya bertahan sekitar 5-6 bulan. Bakal ada reshuffle kabinet setelah itu.

Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi Sabilih,
Wassalamu’alaikum War. Wab.

Jakarta, 23 Oktober 2009.
Pengasuh,

KH. AGUS MIFTACH
Ketua Umum Front Persatuan Nasional

Leave a Comment